PALU, SULAWESI TENGAH, BTN — Dari pesisir tenang Desa Labasiano, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, sebuah kabar membanggakan mengguncang kancah olahraga nasional. Nama Fitri Ramadhani Laliput kini resmi berkibar di panggung tinju tanah air setelah sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. 27/10/2026
Siswi berbakat SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu ini berhasil mempersembahkan medali perunggu pada ajang bergengsi Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026. Pertarungan sengit yang mempertemukan atlet-atlet muda terbaik bangsa tersebut diselenggarakan di Pluit Village Mall, Jakarta Utara.
Di balik torehan prestasi cemerlang tersebut, tersimpan kisah inspiratif seorang anak daerah yang gigih menembus batas geografis. Fitri merupakan putri tercinta dari almarhum Marzuki Dg. Sitaba dan Melly Yanti Laliput, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berdedikasi di Puskesmas Tataba, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Keberhasilan Fitri tentu menjadi sumber kebanggaan luar biasa, tidak hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Labasiano dan Kabupaten Banggai Kepulauan secara keseluruhan. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa anak-anak dari wilayah kepulauan terpencil memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
Capaian ini tentu tidak diraih secara instan, melainkan buah dari perjuangan panjang yang sarat akan keringat dan air mata. Mulai dari latihan fisik yang keras, tempaan ketahanan mental, hingga kedisiplinan tinggi menjadi keseimbangan yang membentuk mental juaranya di atas ring.
Semua proses tersebut tidak lepas dari bimbingan intensif para pelatih handal serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan SMANOR Tadulako Palu. Sebagai bagian dari sekolah khusus olahraga, Fitri membuktikan bahwa pembinaan yang terarah mampu mengantar pelajar daerah menuju gerbang prestasi tertinggi.
Pada kejuaraan nasional yang sama, kontingen tinju Sulawesi Tengah secara keseluruhan sukses mencatatkan lima medali membanggakan. Perolehan tersebut meliputi satu medali emas melalui Moh. Yusril (kelas 46–48 kg Youth Boys), satu medali perak lewat Mark A. Kantohe (kelas 52–54 kg Junior Boys), serta tiga medali perunggu.
Tiga medali perunggu kontingen Sulteng masing-masing disumbangkan oleh Christian Wetesi (kelas 54 kg Elite Man), Abdul M. Razak (kelas 60 kg Elite Man), dan tentu saja Fitri Ramadhani Laliput di kelas 45–48 kg Youth Woman. Prestasi kolektif ini mengirimkan pesan kuat bahwa bakat murni tidak pernah mengenal batas wilayah.
Namun, momentum kemenangan ini diharapkan tidak berhenti sekedar pada ucapan selamat dan seremonial pujian semata. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, KONI, para pemangku kepentingan olahraga, serta dunia pendidikan harus tergerak untuk memberikan perhatian nyata serta dukungan fasilitas latihan bagi atlet muda berprestasi seperti Fitri.
Bagi Fitri Ramadhani Laliput, medali perunggu nasional ini bukanlah garis finish, melainkan batu loncatan awal untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi. Dari Labasiano, ia telah membuktikan bahwa mutiara dari pesisir kepulauan mampu bersinar terang, menginspirasi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan melawan segala keterbatasan.
(JEIN)






