Banggai Kepulauan, BTN-9 Desember 2025 –Tindak Lanjut Pemeriksaan di Desa Buko Selatan Mandul, Warag Curigai Skenario ‘Peti Es’ Kasus
Jargon pengawasan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali diuji integritasnya. Masyarakat Desa Lelangmatamaling, Kecamatan Buko Selatan, kini secara terbuka menyatakan kecewa besar dan mempertanyakan fungsionalitas sesungguhnya dari Inspektorat Bangkep.
Kunjungan tim Inspektorat ke desa tersebut yang seharusnya menjadi titik terang penegakan hukum, kini justru berakhir sebagai misteri. Warga mencurigai adanya upaya “memasukkan kasus ke peti es” setelah tidak adanya tindak lanjut yang berarti.
“Kami sudah bersaksi dan kooperatif. Tapi kelanjutannya? Nol besar! Apakah kedatangan Inspektorat kemarin hanya sandiwara untuk meredam gejolak di masyarakat? Apakah Inspektorat Bangkep memang ‘masuk angin’ saat berhadapan dengan temuan di lapangan?” tanya salah satu tokoh masyarakat dengan nada tajam.
TIGA TUNTUTAN KERAS MASYARAKAT
Transparansi atau Impunitas? Inspektorat harus segera merilis hasil temuan. Sikap bungkam ini tidak hanya melanggar prinsip transparansi, tetapi secara tidak langsung membiarkan dugaan pelanggaran menjadi impunitas.
Pertaruhkan Integritas,Jika kasus ini dibiarkan mandek, masyarakat Lelangmatamaling akan menganggap bahwa Inspektorat Bangkep gagal total dalam menjalankan tugas pengawasan dan lebih memilih mengamankan pihak-pihak yang bermasalah.
Tuntut Akuntabilitas Kepala Daerah. Masyarakat mendesak Bupati Bangkep untuk mengevaluasi kinerja Inspektorat secara menyeluruh. Kinerja lembaga pengawasan yang lemah akan menjadi virus yang merusak tata kelola pemerintahan di Bangkep.
Masyarakat menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan pengumuman resmi dari Inspektorat, warga siap melakukan aksi menuntut kejelasan dan mempertanyakan keberpihakan lembaga pengawasan tersebut.
Jein






