MINAHASA SELATAN,BTN- 23 DESEMBER 2025 – Di penghujung tahun 2025, aroma busuk dugaan korupsi pada proyek pembangunan paving blok di Desa Matani, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) justru makin menyengat. Praktik “proyek siluman” yang dikerjakan tanpa papan informasi, namun secara ajaib sudah memajang prasasti meski pekerjaan fisik masih amburadul, menjadi bukti nyata betapa beraninya para mafia proyek mengangkangi aturan di tanah Minsel.
Hari ini, mata rakyat tertuju tajam pada Korps Adhyaksa. Kejaksaan Negeri Minsel ditantang untuk menunjukkan taringnya di Desa Matani. Apakah mereka berani menyeret aktor intelektual dan kontraktor nakal di balik proyek ini ke jeruji besi, atau hanya akan menjadi penonton setia saat uang rakyat dirampok di depan mata?
Instruksi Jaksa Agung sudah sangat eksplisit.Jangan beri ruang bagi mafia proyek! Jika di akhir tahun ini Kejari Minsel tetap bungkam dan tidak melakukan langkah konkret atas temuan di Kecamatan Tumpaan, maka wajar jika publik berasumsi ada “main mata” atau upaya perlindungan terhadap koruptor. Rakyat tidak butuh jaksa yang hanya pandai beretorika. rakyat butuh tindakan nyata! Jika tidak mampu menegakkan keadilan dan justru terkesan membela yang salah, lebih baik HENGKANG DARI MINSEL!
Kami mendesak BPK RI Perwakilan Sulawesi Utara untuk segera melakukan audit investigatif di lokasi tersebut sebelum tahun berganti. Pemasangan prasasti sebelum pekerjaan di Desa Matani tuntas 100% adalah indikasi kuat adanya upaya pemalsuan laporan progres (LPJ) demi mengejar pencairan anggaran akhir tahun. Ini adalah tindak pidana murni, bukan sekedar kelalaian administrasi!
Tim Berantastipikornews.co.id Menegaskan.
Kami tidak akan tinggal diam melihat anggaran negara dijadikan bancakan oleh oknum-oknum yang haus harta. Proyek paving blok “siluman” di Desa Matani ini harus diusut tuntas!
Papan Proyek Raib, Sengaja disembunyikan untuk mengelabui masyarakat (Melanggar UU KIP No. 14 Tahun 2008).
Prasasti Prematur,Tanda syahwat korupsi yang tak tertahankan, mengklaim keberhasilan di atas pekerjaan yang mangkrak.
Lokasi Skandal,Desa Matani, Kec. Tumpaan – Rakyat menuntut keadilan!
“Jika hukum bisa dibeli, maka perlawanan rakyat adalah harga mati. Kejaksaan Minsel, buktikan nyali kalian di Desa Matani sekarang atau angkat kaki!”
Momentum Akhir Tahun, Karena hari ini tanggal 23 Desember, isu pencairan anggaran (SP2D) sangat sensitif. Ini waktu yang paling tepat untuk menekan dinas terkait agar tidak mencairkan dana proyek tersebut jika fisik belum selesai.
#KeadilanUntukMinsel #CopotKejariMinsel dan #AuditDesaMatani
Redaksi






