SUMBA BARAT DAYA, BTN – Praktik kotor penyelundupan ternak antar-pulau kembali mencoreng perairan Sumba Barat Daya (SBD). Sebuah perahu motor yang sarat muatan kerbau ilegal dilaporkan hancur dihantam gelombang dan tenggelam di pesisir Pantai Bukambero. Insiden ini tidak hanya menyisakan bangkai kapal, tetapi juga mengungkap upaya licik nakhoda yang mencoba menyeret institusi negara dalam alibi busuknya. 11/03/2026
Arif Munandar Alam dari Pol Air Pelabuhan Waikelo mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi masyarakat, nakhoda kapal tersebut sempat berdalih akan menggiring ternak-ternak ilegal tersebut ke jalur karantina sebelum kapal akhirnya pecah dan karam.
”Kapal itu hancur saat memasuki pesisir Bukambero. Ironisnya, setelah sempat mengklaim ingin ke karantina, nakhoda justru memilih kabur dan meninggalkan barang bukti begitu saja,” tegas Arif. Pelarian nakhoda ini memperkuat dugaan bahwa operasional tersebut murni merupakan tindakan kriminal penyelundupan.
Mendengar klaim sepihak nakhoda, Kepala Satuan Pelayanan Karantina Pelabuhan Waikelo, dr. Vera Lobo, meledak dalam bantahan keras. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi penyelundup untuk “mencuci” hewan ilegal mereka melalui pintu karantina.
Sama sekali tidak ada konfirmasi! Jangan coba-coba mencatut nama Karantina untuk melegalkan yang ilegal. Saya tidak akan menerima hewan-hewan itu. Jika nakhoda berani berbohong seperti itu, saya sendiri yang akan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) agar dia ditindak tegas!” ungkap dr. Vera dengan nada tinggi.
Lebih jauh, dr. Vera memperingatkan bahwa aksi nekat ini bukan sekedar pelanggaran administrasi, melainkan ancaman serius bagi ketahanan hayati Sumba. Masuknya hewan dari luar daerah secara ilegal berisiko tinggi menyebarkan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang bisa melumpuhkan populasi ternak lokal.
”Kami menjaga gerbang agar penyakit tidak masuk. Pihak keamanan harus melakukan investigasi total. Jangan biarkan pelaku penyelundupan ini berkeliaran. Tangkap dan tindak tegas!” tuntutnya.
Saat ini, pihak berwenang tengah memburu nakhoda misterius yang menghilang setelah kejadian. Publik menunggu keberanian aparat untuk membongkar siapa aktor intelektual di balik pengiriman kerbau ilegal yang membahayakan ekosistem dan ekonomi peternak di SBD ini.
Pewarta: Tim Investigasi Berantas Tipikor News
Editor: Redaksi






