Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Rasa syukur mendalam dipancarkan warga Desa Osan, Labotankadi, Lemelu, Momotan, dan sekitarnya di Kecamatan Bulagi Selatan. Jalur rintisan Momotan–Osan yang menjadi urat nadi perekonomian warga pegunungan tersebut akhirnya kembali tersentuh perbaikan, meski untuk sementara baru bersifat perbaikan ringan. 3/09/2026

​Ruas jalan ini memiliki peran yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat setempat. Selain menjadi akses paling singkat menuju ibu kota kecamatan serta pusat perdagangan di Pasar Lolantang, jalur ini juga menjadi tumpuan utama dalam memperlancar interaksi sosial dan perekonomian antardesa.

​Tak hanya itu, keberadaan jalur Momotan–Osan terbukti efektif memangkas jarak tempuh hingga puluhan kilometer bagi warga yang hendak menuju Salakan, ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan. Akses ini menjadi kunci utama efisiensi waktu dan biaya perjalanan masyarakat.

​Sayangnya, sejak selesai dirintis beberapa tahun lalu, kondisi ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat hingga sempat tak bisa dilalui kendaraan. Jalur yang dulunya menjadi tumpuan warga ini perlahan mati suri akibat kondisi medan yang terjal dan memprihatinkan.

​Dampak dari terputusnya akses tersebut dirasakan langsung oleh perekonomian warga Osan dan sekitarnya. Mereka terpaksa memindahkan pusat aktivitas jual beli ke Kecamatan Lumbi-Lumbia yang sudah memiliki akses jalan permanen, meski harus menempuh jarak yang jauh lebih memutar.

​Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, S.T., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merealisasikan janji yang pernah disampaikan kepada warga setempat. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat di tengah berbagai keterbatasan.

​”Dalam beberapa kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, kami sudah berkomitmen dan berjanji. Kami berupaya semaksimal mungkin, janji tersebut harus ditunaikan,” ujar Serfi tegas saat dihubungi oleh awak media.

​Serfi juga secara terbuka menjelaskan kendala efisiensi anggaran daerah (APBD) yang membuat alokasi resmi dari pemerintah sempat tertahan. Untuk mengatasinya, ia berkolaborasi merogoh kantong pribadi dan menggalang dukungan dari beberapa anggota DPRD guna membiayai perbaikan darurat ini.

​”Mohon maaf kami belum bisa memberikan yang maksimal. Namun sebagai pemerintah yang memegang amanah rakyat, kami akan terus berjuang memberikan yang terbaik. Semoga perbaikan ini bisa membantu aktivitas warga menuju pasar, kebun, maupun ibu kota kecamatan,” tutup Serfi.