Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Sepuluh prajurit Kodim 1601/Sumba Timur resmi menerima kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut, Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya membuka pesan keras: pangkat boleh naik, tetapi tanggung jawab tidak boleh turun. 2/10/2026

Pesan itu disampaikan Dandim saat memimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara dan Tamtama di Lapangan Makodim 1601/Sumba Timur, Jalan Ir. Soekarno Nomor 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (2/10/2026).

Sebanyak 10 prajurit menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Salah satunya Kapten Inf Rafael Tende, bersama sembilan prajurit lainnya.

Bagi Dandim, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda pangkat di pundak. Di dalamnya terdapat penghargaan sekaligus amanah yang menuntut peningkatan profesionalisme, disiplin, kualitas kerja dan tanggung jawab.

“Kenaikan pangkat harus menjadi sumber motivasi untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, kualitas kerja dan tanggung jawab. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta tetap menjunjung tinggi aturan, disiplin dan norma-norma keprajuritan,” tegas Dandim.

Pesan tersebut menjadi garis tegas bagi 10 prajurit yang memperoleh kenaikan pangkat. Pangkat bertambah berarti tuntutan pengabdian ikut bertambah.

Dandim kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada Kapten Inf Rafael Tende dan sembilan prajurit lainnya.

“Atas nama komando, saya mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk meningkatkan profesionalisme, kinerja dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Korps Raport tersebut menjadi momentum penting bagi satuan untuk mendorong peningkatan semangat pengabdian dan kualitas kinerja prajurit dalam menjalankan tugas pokok.

Satu tingkat pangkat naik. Satu tingkat pula tuntutan pengabdian harus ikut naik. Sebab, yang bertambah bukan hanya tanda di pundak, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Piter kabiro, Sumba Timur