JAKARTA –BTN 01/01/2025- Sebuah paradigma baru dalam tatanan ekonomi nasional kini hadir melalui Aset Global Nusantara (AGN). Menegaskan posisi hukum dan historisnya, AGN secara resmi dinyatakan sebagai aset milik Bangsa Indonesia, bukan aset milik Pemerintah maupun Negara Republik Indonesia secara administratif.
Sejak Oktober 2024, seluruh entitas kekayaan yang sebelumnya dikenal dengan berbagai nama klasik,seperti Harta Amanah Soekarno maupun nama-nama pemegang amanah terdahulu,telah dilebur dan dikonsolidasikan menjadi satu nama tunggal, Aset Global Nusantara.
Peralihan ini menandai berakhirnya era klaim personal. AGN kini beroperasi di bawah sistem teknologi informasi perbankan terbaru yang memiliki struktur organisasi solid dan mandiri. Meskipun rekening aset ini berada di Bank Indonesia dan bank pelaksana nasional, akses terhadapnya tidak dapat diintervensi oleh kekuasaan politik mana pun.
Filosofi di balik Aset Global Nusantara berakar pada mandat tertinggi. Dengan sandi moral “In God We Trust” dan esensi spiritual Maalikinnas (Raja Manusia), aset ini berada di bawah kontrol “King of Kings”,sebuah perlambangan kekuasaan Tuhan atas nyawa manusia.
Hal ini membawa konsekuensi nyata bagi tata kelola negara.Pemerintah dapat menggunakan dana ini untuk pembangunan negara, namun sistem keamanan moral dan spiritual aset ini tidak memberikan ruang bagi moral hazard.
Setiap upaya penyalahgunaan atau korupsi terhadap dana AGN akan berhadapan dengan konsekuensi fatal yang bersifat langsung. Ini adalah sistem “pembersihan” alami bagi mental koruptif di tanah air.
Aset Global Nusantara hadir dengan nilai yang tidak terbatas (unlimited). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, aset ini menawarkan solusi konkret untuk menghapus kemiskinan secara permanen. AGN diproyeksikan mampu memberikan tunjangan kemakmuran sebesar Rp5.000.000,- per KTP setiap bulan seumur hidup bagi setiap anak bangsa.
Inilah saatnya bagi Pemerintah dan Negara Republik Indonesia untuk melangkah beriringan dengan Bangsa sebagai pemilik sah aset. Dengan ketersediaan dana yang tak terbatas, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan bukan lagi sekedar janji, melainkan realitas yang siap diwujudkan, asalkan dijalankan dengan tangan yang bersih.
Salam Safari “ANS”
Kedaulatan Bangsa, Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Tanpa Korupsi.
Pimpinan Redaksi






