BALANTAK UTARA – BTN 09/06/2026-Puskesmas Teku kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Langkah preventif ini diwujudkan melalui gelaran penyuluhan kesehatan berkala yang difokuskan langsung di tengah-tengah pemukiman warga demi menciptakan lingkungan yang tangguh dan bebas penyakit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pada hari ini, Selasa (9/6/2026), giliran Balai Desa Teku, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, yang menjadi pusat pergerakan program promotif tersebut. Agenda posyandu yang diintegrasikan dengan edukasi mendalam ini sengaja diinisiasi untuk menyasar langsung akar rumput dan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai isu-isu kesehatan terkini.

​Kegiatan strategis kali ini mengangkat tema utama yang sangat krusial bagi ketahanan kesehatan keluarga, yakni “Jenis-jenis Penyakit Menular”. Pemilihan tema ini didasarkan pada pentingnya kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi persebaran berbagai penyakit infeksi yang kerap muncul akibat faktor lingkungan dan pola hidup.

​Antusiasme warga Desa Teku terlihat sangat tinggi, terbukti dengan hadirnya puluhan peserta yang memadati lokasi acara sejak pagi hari. Komunitas yang hadir pun sangat representatif, mulai dari ibu-ibu yang membawa balita, para kader posyandu yang menjadi perpanjangan tangan puskesmas, hingga jajaran perangkat desa yang memberikan dukungan penuh.

​Guna memastikan pesan edukasi tersampaikan dengan efektif, materi penyuluhan disampaikan langsung oleh petugas medis dari unit Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Teku. Tim medis menggunakan metode presentasi yang dikombinasikan dengan sesi diskusi interaktif, sehingga warga tidak hanya mendengarkan secara pasif tetapi juga dapat berkonsultasi mengenai kendala kesehatan yang mereka hadapi.

​Kepala Puskesmas Teku melalui petugas medis Promkes menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membekali warga dengan pengetahuan yang valid mengenai rantai penularan penyakit. Pengetahuan yang memadai dinilai sebagai modal paling mendasar agar masyarakat tidak panik, melainkan tanggap dalam melakukan tindakan pencegahan secara mandiri.

​Secara spesifik, edukasi kali ini mengupas tuntas karakteristik, gejala, serta metode pencegahan dari serangkaian penyakit menular yang kerap menjadi perhatian publik. Beberapa di antaranya meliputi Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, Hepatitis, HIV, Kusta, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

​Pihak Puskesmas Teku menegaskan bahwa program penyuluhan terpadu di posyandu ini merupakan agenda rutin yang terus digulirkan secara bergantian di wilayah Balantak Utara. Langkah ini dipandang sebagai strategi jemput bola yang efektif untuk mendekatkan layanan promotif dan preventif secara langsung tanpa sekat birokrasi kepada masyarakat desa.

​Melalui intervensi edukasi yang tepat dan berkelanjutan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari dalam diri warga untuk mengubah kebiasaan lama. Output jangka panjang yang ingin dicapai adalah konsistensi warga dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu lingkungan keluarga.

​Di sela-sela sesi interaktif, petugas Promkes Puskesmas Teku memberikan penekanan khusus pada beberapa poin mitigasi, seperti pentingnya gerakan 3M Plus untuk memutus siklus hidup nyamuk penular DBD. Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak menunda waktu berobat ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala awal penyakit.

​”Kami menekankan pentingnya 3M Plus untuk DBD, penerapan PHBS secara konsisten di rumah, serta kesadaran untuk segera mengakses fasilitas kesehatan jika ada anggota keluarga yang bergejala. Bagaimanapun juga, prinsip mencegah selalu jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati,” ujar petugas Promkes Puskesmas Teku di hadapan para peserta.

​Semangat melayani ini juga tercermin dalam jargon utama mereka, “Salam sehat.. Puskesmas Teku melayani dengan hati,” yang senantiasa menjadi pelecut motivasi bagi para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia di lapangan. Pendekatan yang humanis ini terbukti membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan terbuka selama kegiatan berlangsung.

​Merespons inisiatif positif ini, Pemerintah Desa Teku menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga medis Puskesmas Teku. Pihak pemerintah desa berharap kolaborasi harmonis ini dapat terus terjaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan, demi mewujudkan visi bersama melahirkan masyarakat Desa Teku yang sehat, kuat, dan produktif.

Muhlis asamin