Banggai Laut, BTN — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap fasilitas publik kembali bergelora di Kecamatan Banggai Selatan. Infrastruktur jembatan di Desa Malino yang sempat terputus total beberapa waktu lalu, kini mulai dibangun kembali secara swadaya. Kondisi ini memicu respons cepat dari jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk turun langsung ke lapangan memimpin aksi nyata. 18/07/2026
Aksi solidaritas ini dipimpin langsung oleh Camat Banggai Selatan, Abd. Latif Al Mahdali, bersama Kepala Desa Malino, Din Adaeka. Keduanya tidak canggung berbaur dan bekerja bahu-membahu bersama puluhan warga setempat. Kehadiran para pimpinan wilayah ini menjadi motor penggerak sekaligus pembakar semangat kerja bakti di lokasi pembangunan jembatan.
Camat Banggai Selatan, Abd. Latif Al Mahdali, menjelaskan bahwa proyek perbaikan jembatan ini tidak hanya mengandalkan satu sumber anggaran saja. Selain mengalokasikan dana desa, pembangunan ini berhasil berjalan berkat adanya sumbangan sukarela dari masyarakat setempat. Langkah mulia ini juga mendapat dukungan moril dan materil dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai Laut, Jamaludin R. Bunsiang.
Sementara itu, Kepala Desa Malino, Din Adaeka, menambahkan bahwa kegiatan gotong royong ini telah menjadi agenda rutin mingguan di desanya. Pihak pemerintah desa menjadwalkan aksi kerja bakti ini setiap hari Sabtu. Hingga saat ini, gerakan swadaya masyarakat tersebut tercatat sudah berjalan konsisten selama beberapa minggu terakhir.
Urgensi perbaikan infrastruktur ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Malino, Pak Abani, menuturkan bahwa akses jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas harian warga. Jembatan ini menjadi satu-satunya konektivitas utama untuk menuju ke area pekuburan umum dan kawasan perkebunan milik masyarakat.
Menariknya, aksi gotong royong ini tidak hanya memobilisasi warga lokal saja. Dampak pentingnya jembatan ini membuat masyarakat dari luar wilayah, seperti Desa Matanga, turut tergerak untuk ambil bagian. Mereka dengan sukarela datang dan menyumbangkan tenaga demi mempercepat proses penyelesaian pembangunan jembatan.
Tandu, salah seorang warga Desa Matanga yang ikut turun langsung ke lokasi, mengungkapkan alasan kuat di balik keterlibatan mereka. Menurutnya, solidaritas lintas desa ini terjalin karena asas kemanfaatan bersama. Banyak warga Desa Matanga yang menggantungkan urat nadi perekonomiannya di sana, lantaran memiliki lahan perkebunan di wilayah Desa Malino.
Aksi produktif masyarakat ini juga mendapat atensi dan pengamanan langsung dari aparat penegak hukum setempat. Bhabinkamtibmas Desa Malino, Bripka Ashar Kahar, hadir di tengah-tengah warga untuk memantau langsung jalannya kegiatan gotong royong. Kehadiran Polri di lapangan ini sekaligus memastikan situasi kerja bakti berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui gerakan swadaya ini, masyarakat Banggai Selatan membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk membangun daerah. Kolaborasi yang apik antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat lintas desa menjadi potret nyata bahwa nilai-nilai luhur Pancasila masih hidup subur di tengah-tengah kehidupan warga.
Pembangunan jembatan swadaya di Desa Malino ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat agar roda perekonomian warga kembali normal. Akses yang kembali terhubung dipastikan akan mempermudah mobilitas pertanian dan memperkokoh tali silaturahmi antarwarga di Kecamatan Banggai Selatan.
Catatan Pena: Irwan






