SUMBA TIMUR, BTN – Di tengah dinamika tantangan pangan global, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini merambah jauh melebihi batas kedaulatan militer. Lewat sentuhan pembinaan teritorial yang humanis, prajurit TNI menjelma menjadi mitra strategis masyarakat di pelosok negeri, memastikan tiap jengkal lahan produktif tetap hijau dan berdaya hasil tinggi demi menyokong kedaulatan pangan nasional. 24/07/2026
Wujud nyata komitmen tersebut terpancar jelas dari aksi Babinsa Koramil 01/Lewa, Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu I Nengah Suardiyasa. Tanpa canggung, ia turun langsung menyusuri galengan dan memantau dari dekat perkembangan tanaman cabai milik petani lokal di Kelurahan Lewa Paku, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, pada Jumat (24/7/2026).
Langkah monitoring intensif ini bukan sekedar kunjungan formalitas belaka. Kehadiran Babinsa di tengah ladang bertujuan untuk mendampingi petani secara teknis, memantau laju pertumbuhan tanaman, hingga mendeteksi dini potensi serangan hama serta kendala cuaca yang kerap mengintai dan mengancam keberhasilan masa panen.
Saat dikonfirmasi oleh awak media Brantas Tipikor News, perwakilan Kodim 1601/Sumba Timur menegaskan bahwa aksi nyata para Babinsa di lapangan merupakan manifestasi konkrit dari doktrin TNI untuk senantiasa hadir membawa solusi di tengah-tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam mendukung agenda strategis pemerintah di bidang pangan.
”Semangat dasar kami adalah TNI hadir bersama rakyat. Tugas kami tidak berhenti pada menjaga stabilitas keamanan wilayah saja, tetapi juga menyokong penuh program nasional demi kedaulatan pangan. Kami meyakini, ketika petani sejahtera dan hasil taninya melimpah, daerah akan makin kuat dan ketahanan nasional pun menjadi tak tergoyahkan,” ungkap perwakilan Kodim 1601/Sumba Timur dengan mantap.
Lebih lanjut dijelaskan, pendampingan melekat yang dilakoni para Babinsa di sektor pertanian merupakan ruh dari Pembinaan Teritorial (Binter). Kehadiran sosok prajurit berseragam di tengah ladang terbukti ampuh menyuntikkan motivasi dan optimisme baru bagi para petani dalam mengolah lahan mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi yang ditunjukkan Kodim 1601/Sumba Timur ini mempertegas pesan penting bahwa kesuksesan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya menggantungkan harapan pada regulasi di atas kertas. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang solid serta aksi nyata dari seluruh elemen bangsa untuk mengeksekusinya di tingkat tapak.
Dalam ekosistem tersebut, TNI mengambil peran kunci sebagai motor penggerak sekaligus jembatan pendamping masyarakat. Dengan mengawal langsung para petani di lapangan, TNI memastikan bahwa manfaat keberlanjutan program pangan pemerintah benar-benar dapat dirasakan secara langsung hingga ke pelosok desa.
Bagi masyarakat Lewa Paku, sentuhan dingin dan kepedulian Babinsa menjadi angin segar yang kian mempererat tali silaturahmi. Kemanunggalan TNI dan rakyat yang terbangun alami di atas tanah pertanian ini menjadi pondasi sosial yang sangat kokoh dalam menjaga stabilitas kawasan.
Konsistensi semangat “TNI Hadir Bersama Rakyat” yang terus digaungkan di Sumba Timur menjadi bukti tak terbantahkan bahwa mengawal isi piring rakyat adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya menjaga pertahanan dan kedaulatan Bangsa Indonesia.
Piter Kabiro, Sumba Timur






