JAKARTA TIMUR – BTN 29/12/2025 Kawasan Pondok Kelapa Selatan mendadak berubah menjadi lautan cahaya dan doa pada Minggu malam (28/12/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah dalam kekhusyukan Peringatan Haflah Haul ke-6 Almaghfurlah H. Niman Bin H. Ahmad, sebuah momentum yang tidak hanya mengenang sosok teladan, tetapi juga menjadi ajang penguatan spiritual bagi warga Jakarta Timur.
Acara yang dimulai selepas Isya ini dihadiri oleh para ulama sepuh, tokoh masyarakat Lampiri, serta jemaah yang datang dengan balutan busana putih, menciptakan suasana syahdu dan agung.
Ustadz Zaky Mubarok, yang hadir sebagai penceramah utama, memberikan tausiyah yang mampu menggetarkan hati jemaah. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa esensi dari sebuah peringatan haul adalah kesinambungan amal dan karakter.
“Haul ini bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah tiada, tapi tentang bagaimana kita menghidupkan kembali semangat perjuangan dan kesalehan mereka dalam nadi kehidupan kita sehari-hari,” tegas Ustadz Zaky. Beliau mengajak jemaah untuk menjadikan nilai-nilai kebaikan almarhum sebagai kompas moral dalam menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dengan pembacaan surah Yasin, tahlil, dan tahmid yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Selain ritual doa, acara ini secara alami bertransformasi menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempererat hubungan antar warga di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta.
Pihak keluarga besar almarhum H. Niman Bin H. Ahmad menyampaikan bahwa peringatan ini adalah bentuk bakti dan doa tulus agar warisan kebaikan almarhum tetap menginspirasi generasi muda.
Antusiasme jemaah yang tetap bertahan hingga akhir acara menjadi bukti bahwa magnet kegiatan keagamaan masih sangat kuat. Ketertiban warga dari berbagai usia yang duduk bersimpuh mendengarkan wejangan agama menciptakan pemandangan yang menyejukkan.
Acara pungkasan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan wilayah Pondok Kelapa dan keselamatan bangsa. Malam itu, di bawah pendar lampu panggung dan semangat kebersamaan, syiar Islam terpancar nyata, mengingatkan semua yang hadir bahwa jejak kesalehan akan selalu abadi meski sang tokoh telah berpulang.
(Red/Prima)






