Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sukabumi, BTN – Senin sore (1/8/2025) di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi berubah menjadi panggung ketegangan. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat berorasi lantang, menuntut keadilan serta transparansi kebijakan pemerintah kota.

Awalnya, aksi berjalan tertib dengan orasi melalui pengeras suara. Namun menjelang malam, situasi memanas. Dorong-dorongan antara aparat kepolisian dan mahasiswa tak terhindarkan. Teriakan, tangisan, hingga kepanikan pecah ketika sejumlah mahasiswa diringkus aparat di tengah kerumunan.

“Ini bentuk kriminalisasi terhadap gerakan rakyat!” teriak salah seorang mahasiswa sebelum akhirnya ikut digelandang.

Meski sempat membuat suasana mencekam, mahasiswa yang ditangkap akhirnya dikembalikan setelah situasi mereda. Sementara itu, massa yang tersisa terus menyuarakan perlawanan hingga polisi membubarkan aksi sekitar pukul 21.00 WIB.

Wajah-wajah muda penuh idealisme tampak tidak gentar meski berhadapan dengan barisan aparat bersenjata lengkap. Di tengah gelapnya malam, semangat perlawanan tetap menyala, menandai bahwa aksi tersebut bukan sekadar kerumunan, melainkan simbol perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak.

Kota Sukabumi kembali menyaksikan satu babak tegang antara suara rakyat dan kuasa kekuasaan