Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Maybrat (PBD), BTN – Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga Kampung Eway, Distrik Aitinyo Tengah, mengeluhkan pelaksanaan proyek pembangunan rumah warga yang dinilai tidak sesuai dengan besaran nilai anggaran yang telah disepakati bersama dalam Musyawarah Kampung (Muskam). 11/10/2026

​Berdasarkan temuan dan data di lapangan, fisik bangunan sejumlah rumah warga yang direalisasikan terindikasi mengalami penurunan mutu dan volume. Diduga kuat terdapat praktik permainan anggaran melalui pengurangan belanja material demi meraup keuntungan pribadi oknum tertentu, sehingga hasil pembangunan tidak sebanding dengan alokasi dana yang dikucurkan.

​Dugaan penyimpangan tersebut salah satunya terlihat pada pengerjaan pondasi bangunan. Penggunaan material vital seperti batu, pasir, dan semen disinyalir tidak memenuhi standar spesifikasi teknis dan rasio perbandingan ideal (1:4). Pengurangan volume material ini secara langsung berdampak buruk pada kualitas, mutu, dan ketahanan struktur bangunan jangka panjang.

​Kondisi tersebut memicu keresahan mendalam di kalangan warga setempat. Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi ini dan memeriksa oknum-oknum pemerintah kampung yang dinilai memperkaya diri sendiri di atas kerugian masyarakat.

​Salah seorang warga Kampung Eway, Olfi, menyampaikan rasa kecewa yang mendalam saat diwawancarai awak media pada Sabtu (9/10/2026). Ia menilai kerja sama antara Kepala Kampung, Bendahara Dana Desa, Tim Pendamping Distrik, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) gagal menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan anggaran secara akuntabel.

​Olfi menegaskan bahwa jajaran pemerintah kampung beserta instansi teknis terkait seharusnya bekerja secara profesional. Jika terdapat ketidaksesuaian di lapangan, tim pendamping maupun dinas terkait semestinya peka dan memperketat pengawasan agar program pembangunan tepat sasaran serta membawa manfaat nyata bagi warga.

​Lebih lanjut, Olfi menaruh harapan besar kepada APH untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh realisasi penggunaan dana kampung di Kampung Eway, Distrik Aitinyo Tengah, Kabupaten Maybrat.

​Menurutnya, kucuran Dana Desa yang bernilai besar seharusnya menjadi instrumen utama untuk mendorong kesejahteraan dan memutar roda perekonomian masyarakat kampung. Namun, fakta dan realisasi fisik di lapangan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan perencanaan di atas kertas.

​Warga Kampung Eway mendesak agar ada tindakan hukum tegas terhadap siapa pun oknum pemerintah kampung yang terbukti menyalahgunakan anggaran. Olfi mengkhawatirkan, jika pembiaran terus terjadi, praktik serupa akan menular ke kampung-kampung lain sehingga cita-cita untuk melihat Kabupaten Maybrat maju dan berkembang sulit terwujud.

​Reporter: Ferry