LIANG, BANGGAI KEPULAUAN –BTN 31/01/2026 Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus mempercepat persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar utama transformasi kesehatan masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, S.E., M.E., yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten, memimpin langsung peninjauan lapangan ke wilayah pelosok (3T) di Kecamatan Liang, Jumat (30/01/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Peninjauan ini difokuskan pada pengecekan infrastruktur Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Okumel dan Desa Tangkop. Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas pendukung gizi tersebut siap beroperasi sesuai standar keamanan pangan nasional.

​Dalam kunjungannya, Muh. Aris Susanto menegaskan bahwa tantangan utama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) bukan sekedar masalah logistik, melainkan konsistensi kualitas.

​”Kami hadir di Okumel dan Tangkop untuk memastikan bahwa Dapur SPPG bukan sekedar bangunan fisik. Fokus utama kami adalah standarisasi gizi yang terjaga, higienitas proses pengolahan, serta keamanan pangan. Anak-anak di pelosok Banggai Kepulauan berhak mendapatkan kualitas nutrisi yang sama baiknya dengan mereka yang di kota,” ujar Aris Susanto saat berdialog dengan perangkat desa.sebagaimana dikutip dari laporan newsbabasal.com.

​Lebih dari sekedar program kesehatan, Sekda menekankan bahwa Dapur SPPG harus menjadi katalisator ekonomi desa. Satgas MBG mendorong penggunaan rantai pasok dari hasil bumi masyarakat setempat, seperti sayur-mayur, ikan, dan sumber karbohidrat lokal.

​”Program ini memiliki multiplier effect. Keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kita ingin bahan pangannya dibeli dari petani dan nelayan lokal di Desa Okumel dan Tangkop. Dengan begitu, kesehatan anak meningkat, dan ekonomi warga pun bergerak,” tambahnya.

​Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemkab Bangkep dalam menekan angka stunting secara permanen. Dengan adanya Dapur SPPG yang mumpuni di tingkat desa, intervensi gizi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

​”Kunjungan ini bukan sekedar tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian nyata. Kami sedang menyiapkan pondasi bagi Generasi Emas dari Tanah Peling. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan,” tegas Sekda dengan penuh optimisme.

​Ke depan, Satgas MBG akan terus melakukan pemantauan berkala di seluruh kecamatan guna memastikan distribusi program berjalan tanpa kendala teknis. Pemerintah berharap melalui integrasi program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi ini, kesejahteraan masyarakat Banggai Kepulauan dapat meningkat secara signifikan.

​Peninjauan ini ditutup dengan diskusi teknis bersama Tim Satgas dan aparat desa setempat mengenai pengelolaan limbah dapur dan jadwal distribusi makanan agar tetap segar saat diterima oleh anak-anak sekolah dan balita.