BANGGAI — BTN 16/07/2026-Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga di salah satu sudut pemukiman yang kerap dijuluki “Lorong Pabrik Tahu”, Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, di wilayah hukum Polres Banggai. Melalui sebuah unggahan viral di media sosial Facebook yang ditulis oleh akun bernama Acin Evhy Chayank, warga melayangkan peringatan keras sekaligus keluhan terbuka terkait maraknya aktivitas transaksi mencurigakan di lingkungan mereka.
Dalam unggahan yang kini menjadi sorotan publik tersebut, warga secara blak-blakan meminta para pelaku transaksi gelap untuk segera menghentikan aktivitasnya di kawasan pemukiman warga Desa Biak. Lokasi yang kerap dijadikan titik transaksi terselubung ini disebut-sebut berada di sekitar area yang dikenal warga dengan sebutan “dekat daun ubi”.
Menurut penuturan akun tersebut, aktivitas mencurigakan di wilayah Luwuk Utara ini kian hari kian meresahkan karena melibatkan orang-orang asing yang hilir mudik menggunakan sepeda motor baru. “Sudah beberapa malam ini motor baru dan orang yang aneh-aneh ada di dekat rumah kami,” tulis akun Acin Evhy Chayank dalam dialek lokal yang mencerminkan kecemasan mendalam.
Modus operandi yang dilaporkan warga terbilang rapi namun mulai terbaca. Seseorang yang diduga kurir datang mengantarkan barang, lalu dengan cepat melakukan serah terima dengan pembeli sebelum akhirnya bergegas memacu kendaraannya pergi meninggalkan lokasi. Pola transaksi kilat ini dicurigai kuat berkaitan dengan peredaran barang terlarang.
Kondisi ini membuat warga setempat merasa tidak nyaman dan terancam. Warga khawatir kawasan Lorong Pabrik Tahu yang selama ini relatif aman,atau diistilahkan mereka sebagai “zona ungu” (kondusif),akan terseret menjadi zona merah atau wilayah rawan kriminalitas akibat ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut.
Tidak tinggal diam, warga bahkan secara detail menyebutkan rute-rute pelarian dan titik alternatif yang kerap digunakan para pelaku untuk menghindari pantauan warga setempat. Mereka menyebutkan beberapa nama lokasi lokal seperti “Lorong Koala”, “Bangkue”, hingga jalan belakang atau “lewat Polo” sebagai jalur tikus yang biasa dilewati.
Gerah dengan situasi yang tak kunjung kondusif di Desa Biak, warga mengancam akan melakukan tindakan tegas secara mandiri apabila peringatan terbuka ini diabaikan. Ancaman untuk mengungkap identitas pelaku maupun kurir ke publik (spill nama) kini menjadi opsi terakhir warga demi menyelamatkan lingkungan mereka dari kerusakan moral.
”Daripada saya spill nama kamu atau kurirmu, lebih baik saya ingatkan dari sekarang jangan pernah lagi bertransaksi di kompleks ini,” tegas akun tersebut dalam unggahannya, mengirimkan sinyal kuat bahwa kesabaran warga sudah berada di ambang batas.
Tuntutan warga ini juga disertai dengan peringatan keras fisik agar tidak ada lagi oknum luar yang mencoba memancing amarah warga sekitar. Unggahan tersebut bahkan memberikan analogi sarkastik bernada peringatan fisik, mengisyaratkan bahwa warga tidak akan segan-segan mengambil tindakan langsung di lapangan jika pelaku tertangkap basah.
Menanggapi situasi yang kian memanas di jagat maya dan nyata ini, elemen masyarakat mendesak agar Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banggai segera turun tangan melakukan langkah preventif dan represif ke Kecamatan Luwuk Utara. Kehadiran aparat kepolisian sangat dibutuhkan guna mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri oleh warga yang sudah telanjur emosi.
Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang menjunjung tinggi konfirmasi dan keberimbangan, pihak media saat ini tengah berupaya menghubungi Satresnarkoba Polres Banggai guna meminta tanggapan resmi serta langkah konkret yang akan diambil untuk menyikapi aduan masyarakat di media sosial ini. Penyelidikan mendalam sangat diperlukan untuk membuktikan kebenaran dugaan transaksi gelap tersebut secara hukum.
Warga berharap penuh agar patroli malam dan pemantauan intensif di titik-titik rawan yang telah disebutkan dapat segera ditingkatkan oleh Polres Banggai, khususnya di wilayah Desa Biak. Dengan tindakan cepat dari aparat penegak hukum, diharapkan Lorong Pabrik Tahu dapat kembali menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari segala bentuk peredaran barang haram demi masa depan generasi muda setempat.
Atink






