PRABUMULIH, BTN – Rakyat Idonesia bak ayam kehilangan induknya khusnya para pengemudi . Sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis solar di wilayah Sumsel . Ironisnya Sumatera Selatan adalah salasatu sumber pertambangan minyak sejak era jepang Belanda . Pasalnya terlihat ribuan kenderan setiap hari Antrean kendaraan hingga meluber ke badan jalan di SPBU Prabu Jaya, Kota Prabumulih, tidak terlihat dari pihak aparat dari kepolisian maupun pemerintahan daerah di lokasi SPBU . Sehingga bak ayam kehilangan induk . beberapa waktu lalu viral di media sosial dan menjadi sorotan sejumlah media online. 5/09/2026
Kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan dikeluhkan para pengemudi lantaran antrean kendaraan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kemacetan. dan Kecelakaan
Menanggapi sorotan tersebut, Yoga selaku Pengelola SPBU Prabu Jaya angkat bicara.
Ia menjelaskan bahwa panjangnya antrean terjadi karena SPBU sempat tidak melayani penjualan BBM selama dua hari.
“Memang kemarin kami dua hari tidak jualan. Kemudian BBM solar dan Pertalite masuk secara bersamaan,” ujar Yoga saat dikonfirmasi awak media, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat antrean langsung membludak. Pasalnya, sejumlah sopir truk maupun masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi telah lebih dahulu mengantre untuk mendapatkan BBM.
Yoga mengatakan, pihak SPBU sebenarnya telah berupaya melakukan pengaturan terhadap antrean agar tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.
Namun, upaya untuk membubarkan atau mengurangi antrean juga menghadapi kendala.
Ia mengaku khawatir jika antrean dibubarkan, para sopir justru melakukan aksi protes atau demonstrasi.
“Kami sebenarnya sudah berupaya mengatur antrean. Tapi kami juga takut kalau dibubarkan, nanti para sopir malah demo,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, pihak SPBU Prabu Jaya menyebut akan melakukan evaluasi terhadap pola penjualan BBM.
Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni mengatur waktu penjualan solar dan Pertalite agar tidak dilakukan secara bersamaan ketika pasokan BBM kembali tersedia.
“Kedepannya, solar dan Pertalite akan dijual pada waktu yang berbeda, sehingga diharapkan antrean tidak kembali meluber dan mengganggu jalan,” pungkasnya.
Pihak SPBU berharap pengaturan tersebut dapat menjadi solusi agar kebutuhan masyarakat dan sopir terhadap BBM tetap terpenuhi, namun tidak mengorbankan kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.






