Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, BTN – Derita petani di Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur, kian memprihatinkan. Ratusan hektare sawah milik warga di Desa Tawui terancam gagal panen akibat serangan hama walangsangit yang hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah terkait. 24/05/2026

Para petani mengaku sudah mengeluarkan biaya besar untuk mengolah sawah, membeli benih, pupuk, hingga biaya tenaga kerja. Namun harapan menikmati hasil panen pupus setelah tanaman padi mereka diserang hama secara masif.

Ketua KTNA Kecamatan Pinupahar, Andreas Dundu, kepada media Brantas Tipikor News menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah.

“Kami petani di Pinupahar rata-rata gagal panen karena padi diserang hama walangsangit. Kami sudah habis biaya besar untuk mengolah sawah, tetapi sekarang kami hanya bisa menderita melihat padi rusak,” tegas Andreas dengan nada kecewa.

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan kepada petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di wilayah Pinupahar. Namun hingga saat ini belum ada langkah nyata maupun bantuan dari pihak terkait untuk mengatasi serangan hama yang terus meluas.

“Kami sudah melapor ke PPL, tetapi belum ada respons. Jangan sampai petani dibiarkan berjuang sendiri saat menghadapi bencana pertanian seperti ini,” katanya.

Andreas menilai pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan petani di wilayah pantai selatan Sumba Timur yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan. Selain ancaman gagal panen, warga juga menghadapi buruknya infrastruktur jalan serta sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

“Kami masyarakat pantai selatan sudah susah. Jalan rusak, BBM sulit, sekarang sawah kami diserang hama. Kalau pemerintah tidak segera turun tangan, masyarakat bisa kelaparan,” ujarnya.

Para petani mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sawah warga dan memberikan bantuan obat pembasmi hama sebelum kerusakan semakin meluas.

Masyarakat juga meminta perhatian serius dari Bupati Sumba Timur dan anggota DPRD agar persoalan pertanian di Kecamatan Pinupahar tidak terus diabaikan. Mereka berharap pemerintah hadir bukan hanya saat kampanye politik, tetapi juga ketika rakyat kecil sedang menghadapi penderitaan nyata.