Scroll Untuk Lanjut Membaca

SALAKAN, BTN — Ada cerita yang tidak pernah benar-benar selesai meski waktu telah berjalan puluhan tahun. Ada persahabatan yang tidak lekang oleh jarak, dan ada kenangan masa sekolah yang selalu memiliki tempat istimewa di hati setiap orang.

Semangat itulah yang mewarnai perayaan Reuni Akbar sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 SMP Negeri 1 Tinangkung, yang digelar pada Sabtu, 7 November 2026, di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Mengusung tema “Kembali Bersua, Merajut Kenangan, Merawat Persaudaraan”, perayaan ini bukan hanya agenda seremonial untuk memperingati bertambahnya usia sekolah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi perjalanan pulang bagi para alumni untuk kembali mengenang masa-masa ketika mereka pernah duduk di ruang kelas yang sama, berbagi cerita, bercanda, belajar, bahkan membangun mimpi bersama.

Empat puluh tiga tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak hal telah berubah. Para alumni kini telah menapaki jalan kehidupan masing-masing. Ada yang menjadi aparatur negara, tenaga kesehatan, pendidik, pengusaha, pekerja, hingga menjalani berbagai profesi lainnya. Ada pula yang telah lama meninggalkan kampung halaman.

Namun, di tengah perbedaan perjalanan hidup itu, mereka tetap memiliki satu ikatan yang sama: SMP Negeri 1 Tinangkung.

Pihak sekolah dan panitia telah mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan agar perayaan berlangsung meriah, tertib, dan penuh keakraban.

Salah satu agenda yang menghadirkan suasana penuh kegembiraan adalah jalan santai. Menariknya, para alumni mengikuti kegiatan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan bentor, bahkan sebagian lainnya menggunakan kendaraan pribadi.

Pemandangan tersebut menghadirkan cerita tersendiri. Sebab, dalam reuni ini, bukan persoalan siapa yang paling cepat tiba atau siapa yang menggunakan kendaraan terbaik. Yang terpenting adalah keinginan untuk hadir, bertemu, dan kembali menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Tinangkung.

Reuni Bukan Sekedar Bertemu, tetapi Menghidupkan Kembali Ikatan Persaudaraan

Dalam ungkapan yang penuh makna, Faisal menyampaikan bahwa reuni merupakan kesempatan berharga untuk mempertemukan kembali orang-orang yang pernah tumbuh bersama dalam satu lingkungan pendidikan.

“Reuni ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi bagaimana kita kembali menyadari bahwa persaudaraan yang dibangun sejak bangku sekolah adalah sesuatu yang sangat berharga. Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, dan kehidupan boleh membawa kita ke berbagai tempat, tetapi jangan sampai hubungan kekeluargaan dan rasa persaudaraan itu hilang,” ungkap Faisal (Tutung) .

dr. Vicky Rustan: Sekolah Bukan Hanya Tempat Menuntut Ilmu, tetapi Tempat Lahirnya Kenangan dan Persahabatan

Sementara itu, dr. Vicky Rustan memaknai perayaan 43 tahun SMP Negeri 1 Tinangkung sebagai momentum untuk menghargai perjalanan panjang pendidikan sekaligus mengenang jasa para guru yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan para alumni.

“Ketika kita kembali ke tempat ini, sesungguhnya kita sedang mengingat kembali bagian penting dari perjalanan hidup kita. Di sekolah inilah kita pernah belajar, dibimbing oleh para guru, mengenal arti persahabatan, dan mulai membangun cita-cita. Karena itu, jangan pernah melupakan sekolah dan guru-guru yang telah menjadi bagian dari perjalanan kita. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi warisan persaudaraan bagi generasi berikutnya,” tutur dr. Vicky Rustan.

Di Balik Reuni, Ada Guru yang Tak Pernah Dilupakan

Di antara riuhnya pertemuan dan hangatnya jabat tangan, ada satu sosok yang tidak boleh dilupakan: para guru.

Mereka yang dahulu berdiri di depan kelas, mengajarkan huruf demi huruf, membimbing dengan kesabaran, menegur ketika melakukan kesalahan, dan menanamkan nilai kehidupan yang mungkin baru benar-benar dipahami setelah para murid tumbuh dewasa.

Hari ini, ketika para alumni telah mengenakan berbagai identitas dan menjalani kehidupan masing-masing, ada satu hal yang tetap sama: sebagian dari keberhasilan mereka tidak terlepas dari sentuhan tangan para guru.

Karena itu, reuni ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh guru, baik yang masih bersama maupun mereka yang telah mendahului.

43 Tahun: Waktu Memisahkan, Kenangan Menyatukan

Pada akhirnya, reuni bukan tentang seberapa megah acara diselenggarakan, seberapa banyak hadiah dibagikan, atau seberapa ramai panggung dipenuhi hiburan.

Reuni adalah tentang seseorang yang kembali menemukan sahabat lamanya. Tentang tawa yang kembali pecah setelah puluhan tahun tidak berjumpa. Tentang nama-nama yang dahulu akrab dipanggil di ruang kelas, kini kembali disebut dengan penuh kerinduan.

Bahkan mungkin, di antara mereka, ada yang tidak lagi mengenali wajah satu sama lain. Namun, ketika cerita masa sekolah mulai dibuka, kenangan perlahan mengembalikan semuanya.

Empat puluh tiga tahun SMP Negeri 1 Tinangkung menjadi saksi bahwa pendidikan bukan hanya meninggalkan pengetahuan, tetapi juga membangun ikatan kemanusiaan.

Sebab, pada akhirnya, kita boleh lupa banyak hal tentang masa lalu, tetapi jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah tumbuh dan berjuang bersama kita.

Selamat HUT ke-43 SMP Negeri 1 Tinangkung. Semoga semakin maju, terus melahirkan generasi berprestasi, dan tetap menjadi rumah kenangan bagi seluruh keluarga besar alumninya.

Jarak boleh memisahkan, waktu boleh mengubah segalanya, tetapi persaudaraan jangan pernah berakhir.