BANGGAI KEPULAUAN, BTN — Di saat sebagian anak seusianya menikmati waktu bermain dan belajar, seorang bocah berusia sekitar 8 tahun di Dusun Sasake, sebuah dusun terpencil di wilayah Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, terlihat memikul bakul anyaman berukuran besar berisi hasil kebun berupa umbi-umbian berjenis keladi atau talas. 19/10/2026
Berjalan tanpa alas kaki di atas jalan tanah berbatu, dengan tali bakul melingkari kepala, pemandangan ini menghadirkan potret perjuangan kehidupan masyarakat di pelosok. Di balik langkah kecilnya, tersimpan gambaran tentang anak yang turut membantu keluarga, sekaligus mengundang keprihatinan tentang bagaimana masa kecil seharusnya dijalani.
Membantu orang tua merupakan bentuk kasih sayang dan kebersamaan dalam keluarga. Namun, ketika tubuh mungil seorang anak harus menopang beban bakul yang besar, keselamatan, kesehatan, serta haknya untuk belajar dan bermain patut menjadi perhatian bersama.
Foto tersebut memang belum cukup untuk menyimpulkan kondisi ekonomi keluarga ataupun adanya eksploitasi anak. Meski demikian, keadaan ini semestinya mengetuk hati pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait agar memberi perhatian terhadap kehidupan warga di wilayah terpencil, termasuk memastikan akses pendidikan, perlindungan anak, dan dukungan sosial bagi keluarga yang membutuhkan. Bukan untuk menyalahkan orang tua yang berjuang, melainkan agar perjuangan memenuhi kebutuhan hidup tidak membuat hak-hak anak terabaikan.
Anak-anak di pelosok Banggai Kepulauan memiliki hak yang sama untuk menikmati masa kecil, mendapatkan pendidikan, dan menatap masa depan dengan harapan. Pembangunan bukan hanya tentang jalan, gedung, atau program yang tertulis di atas kertas, tetapi juga tentang sejauh mana perhatian benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke dusun terpencil. Pemandangan dari Dusun Sasake ini menjadi pengingat bahwa di balik jauhnya jarak dan keterbatasan akses, ada kehidupan yang juga membutuhkan kepedulian.
Sudahkah perhatian dan pembangunan menjangkau anak-anak di pelosok Desa Seano? Pertanyaan ini bukan untuk menghakimi, melainkan mengajak semua pihak melihat lebih dekat, mendengar lebih banyak, dan memastikan bahwa tak ada anak yang tertinggal dari perhatian, hanya karena ia tumbuh di tempat yang jauh dari pusat pembangunan.






