MAKASSAR, BTN — Aksi unjuk rasa yang melibatkan aliansi buruh, mahasiswa, dan warga sipil di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Senin (14/9/2026).
Massa aksi mulai memadati lokasi sekitar pukul 15.00 WITA dengan membawa berbagai atribut aliansi. Kibaran bendera organisasi mahasiswa serta seragam serikat buruh tampak membentang rapat menyelimuti dua pintu masuk utama kantor Pertamina.
Situasi awal yang semula berlangsung tertib perlahan memanas seiring belum adanya kejelasan dari pihak manajemen untuk menemui demonstran. Massa yang berkumpul menuntut transparansi atas krisis BBM yang terus meluas.
Memasuki pukul 16.13 WITA, eskalasi ketegangan meningkat tajam di gerbang bagian timur. Kelompok massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar terus menyerukan orasi agar perwakilan Pertamina segera keluar untuk berdiskusi.
Desakan agar aspirasi didengar memicu sebagian massa berupaya merobohkan barikade pagar. Gelombang demonstran berusaha menembus masuk melalui gerbang timur yang telah dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Aksi saling dorong antara aparat keamanan dan massa tak terelakkan di area pintu gerbang. Di tengah bentrokan fisik tersebut, seorang demonstran yang merupakan kader HMI mengalami luka parah di bagian kepala, diduga akibat sabetan atau hantaman pentungan petugas.
Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, membenarkan insiden kekerasan yang menimpa anggotanya saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi kejadian.
”Kami cuma sampai di pintu tadi. Tapi seketika di pintu, ada pihak keamanan yang memukul salah satu kader. Sehingga ada kader kami yang luka-luka,” ujar Sarah menegaskan tindakan represi tersebut.
Sarah menjelaskan, gelombang protes ini dipicu oleh kekecewaan mendalam atas kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU di Makassar. Selain itu, mereka menolak tegas kebijakan sistem ganjil-genap pengisian SPBU dari Dinas ESDM Sulsel yang dinilai justru menambah beban baru bagi masyarakat.
Robby.






