GORONTALO-TALIABU — BTN 27/07/2026-Drama penyelamatan dan solidaritas kemanusiaan lintas provinsi mewarnai pemulangan tiga nelayan asal Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, yang sempat dinyatakan hilang setelah terombang-ambing selama empat hari di perairan laut lepas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Ketiga nelayan tersebut berhasil diselamatkan setelah perahu yang mereka tumpangi terseret gelombang tinggi dan cuaca buruk hingga memasuki wilayah perairan Provinsi Gorontalo, sebelum akhirnya mendapatkan pengawalan serta fasilitasi kepulangan penuh dari lintas unsur instansi pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.

​Berdasarkan data verifikasi otoritas penerima di lapangan, identitas ketiga korban tercatat sebagai berikut,

Cardi Awer (43), nelayan, berdomisili di Desa Loho Bubba, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Ansar Cardi (23), nelayan, berdomisili di Desa Loho Bubba, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Adriyanto Taksim (20), nelayan, berdomisili di Desa Loho Bubba, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

​Peristiwa nahas tersebut bermula saat ketiganya melakukan pelayaran rutin dari wilayah Kalumbatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menuju kampung halaman mereka di Kabupaten Pulau Taliabu, di mana sebagian di antara mereka diketahui memiliki ikatan kekeluargaan erat di kedua daerah tersebut.

​Namun di tengah perjalanan, badai tak terduga disertai gumpalan gelombang tinggi menghantam perahu mereka, merusak navigasi serta sistem penggerak hingga menyebabkan armada kayu kecil itu kehilangan arah dan hanyut melintasi batas perairan antarpulau menuju perairan Gorontalo.

​Beruntung, ketangguhan fisik dan takdir keberuntungan berpihak pada mereka setelah warga lokal dan aparat keamanan pesisir di Gorontalo mendeteksi keberadaan perahu tersebut, lalu bergerak cepat melakukan evakuasi darurat guna menyelamatkan seluruh awak dalam kondisi selamat meski sempat mengalami kelelahan fisik yang cukup berat.

​Setibanya di daratan Gorontalo, sinergi kemanusiaan langsung berpacu dengan waktu,berbagai pemangku kepentingan tingkat lokal bekerja sama memulihkan kondisi fisik korban, menyediakan akomodasi layak, serta mengurus seluruh administrasi kepulangan.

​Kolaborasi solid tersebut melibatkan warga masyarakat Bone Raya, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), hingga jajaran Intelijen Kodim 1304/Gorontalo yang bahu-membahu menjamin keamanan dan kenyamanan ketiga nelayan.

​Langkah penanganan lintas batas ini makin solid berkat respons cepat Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, yang secara aktif menjembatani komunikasi politik dan administratif antara otoritas Gorontalo dan pemerintah daerah di Maluku Utara.

​Melalui skema koordinasi terpadu yang diinisiasi Mislan Syarif bersama para pihak terkait, seluruh rangkaian fasilitasi logistik dan sarana transportasi dipastikan rampung, sehingga keberangkatan pemulangan ketiga warga menuju Kabupaten Pulau Taliabu dijadwalkan terlaksana pada Selasa, 28 Juli 2026.

​Suasana haru tak terbendung menyelimuti halaman kantor otoritas setempat saat perwakilan keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kemurahan hati serta kerja keras seluruh jajaran yang terlibat selama masa kritis tersebut.

​“Kami dari pihak keluarga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Bone Raya, Bapak Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polairud, Intel Kodim 1304 Gorontalo, lebih khusus kepada Bapak Mislan Syarif selaku Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang sudah memperhatikan kami, melakukan koordinasi dengan pihak yang ada di Gorontalo dalam rangka memfasilitasi mulai dari kami berada di Gorontalo sampai kepulangan kami ke kampung halaman,” ungkap perwakilan keluarga.

​Musibah yang berakhir bahagia ini menyajikan wujud nyata dari keutuhan nilai gotong royong dan solidaritas kebangsaan, mematahkan batasan sekat administratif antarprovinsi demi keselamatan nyawa warga negara.

​Kini, dengan terpenuhinya seluruh syarat perjalanan dan fasilitasi pemulangan, Cardi Awer, Ansar Cardi, dan Adriyanto Taksim bersiap kembali berlayar pulang membawa kehangatan cerita tentang persaudaraan lintas daerah yang akan selalu membekas dalam kenangan mereka.

Jein