​BANGKEP, BTN — 10 Oktober 2025 – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat komitmennya dalam menyelenggarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan standar tertinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hari ini, fokus tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peling Tengah di Kabupaten Banggai Kepulauan, yang beroperasi dengan protokol keamanan pangan ketat untuk melayani 3.283 penerima manfaat siswa sekolah dan balita, busui, bumil di wilayah tersebut.

​Dapur Sehat Anak Negeri di Kecamatan Peling Tengah tidak hanya menjadi pusat produksi makanan bergizi, tetapi juga menjadi model percontohan penerapan disiplin, sterilitas, dan keterbukaan terhadap masukan demi peningkatan berkelanjutan.

​Standar Safety di Lokasi Dapur MBG Peling Tengah Terlihat Jelas
​Komitmen BGN terhadap kualitas dan keamanan pangan terefleksi jelas dalam SOP yang ketat di

Dapur Peling Tengah. Sejumlah prosedur di lokasi menunjukkan perhatian serius terhadap food safety:
​Pengawasan Akses Ketat: Papan peringatan “SELAIN KARYAWAN DI LARANG MASUK” dipasang untuk memastikan bahwa hanya personel dapur yang sudah terlatih dan bersertifikat yang diizinkan berada di area pengolahan, meminimalkan risiko kontaminasi dari luar.

​Zona Steril Bebas Rokok: Tanda “WARNING!!! AREA STERIL DARI PUNTUNG ROKO” secara tegas melarang segala bentuk aktivitas merokok. Hal ini menjamin lingkungan pengolahan makanan benar-benar bersih dan bebas dari sisa atau asap rokok yang dapat membahayakan kehigienisan pangan.
​Keterbukaan untuk Peningkatan Mutu
​Selain disiplin dalam aspek safety, para petugas di Dapur SPPG Peling Tengah menunjukkan sikap proaktif dan terbuka terhadap evaluasi. Keterbukaan ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas berkelanjutan program MBG.

​Yola Tular, salah satu vendor yang terlibat dalam operasional dapur, mengungkapkan komitmen tersebut. “Petugas dapur MBG sangat terbuka dengan segala kritik dari pihak luar. Bagi kami, kritik itu lebih bagus, untuk menuju Dapur Peling lebih baik lagi ke depannya,” ucap Yola Tular.

​Keterbukaan ini memastikan bahwa setiap masukan dari sekolah, orang tua, maupun tim pengawas langsung ditindaklanjuti untuk menjamin gizi dan pelayanan terbaik bagi anak-anak.

​Dampak Nyata Program Gizi di Banggai Kepulauan
​Program MBG melalui SPPG Peling Tengah tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif.

Pengadaan bahan baku seperti ikan, sayur, dan beras diupayakan optimalisasi dari hasil panen lokal di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

​Saat ini, SPPG Peling Tengah melayani 3.283 penerima manfaat yang tersebar di berbagai sekolah di Kecamatan Peling Tengah. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang BGN untuk menciptakan generasi yang unggul dan bebas stunting di wilayah kepulauan.

​“Keselamatan pangan adalah prioritas utama kami. Dapur Peling Tengah membuktikan bahwa program nasional mampu menjangkau hingga ke desa-desa terjauh dengan kualitas yang terjamin dan selalu siap berbenah,’” tutup yola