Scroll Untuk Lanjut Membaca

PATUKUKI, BTN — 28 Agustus 2026 — Tepat pada hari ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banggai Kepulauan Peling Tengah menggenapi satu tahun perjalanannya. Tiga ratus enam puluh lima hari berlalu bukan sekedar hitungan angka di atas kalender, melainkan jejak ketulusan, tetes keringat, dan perjuangan yang tak bertepi demi memastikan gizi generasi penerus bangsa di pelosok Peling Tengah tetap terpenuhi. 28/08/2026

Di balik deretan sajian gizi yang sampai ke tangan anak-anak dan masyarakat, terdapat kisah tentang subuh yang riuh, keterbatasan medan, hingga lelah yang acap kali datang menyapa. Namun, di tengah setiap tantangan dan dinamika yang tak mudah, SPPG Peling Tengah memilih untuk tidak melangkah mundur. Mereka memilih bertahan, merangkul kekurangan untuk berbenah, dan terus menyalakan api pelayanan.

Momentum satu tahun ini disambut oleh seluruh keluarga besar SPPG Peling Tengah dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Setiap Ompreng makanan yang tersaji adalah buah dari kerja keras, kebersamaan, dan ketulusan para pejuang gizi di lapangan yang bekerja tanpa henti di balik layar.

Perjalanan ini juga tidak lepas dari komitmen mendukung program pemenuhan gizi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dari sudut Peling Tengah, doa tulus dipanjatkan agar Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, perlindungan, serta hikmat kebijaksanaan kepada Presiden dalam memimpin bangsa.

Merawat Asa lewat Pelayanan dari Hati

Kepala SPPG Peling Tengah, Raymond Wendy Sollitan, S.I.P., menuturkan dengan penuh haru bahwa setiap keringat dan kesulitan yang dihadapi selama setahun ini adalah bagian dari jalan penantian yang dijawab oleh Yang Kuasa.

“Kami percaya Tuhan selalu punya cara untuk membuka jalan ketika kita tetap berusaha dan menjalankan tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh. Tantangan bukan alasan untuk berhenti, melainkan cara Tuhan membentuk kita agar lebih kuat melayani,” ujar Raymond.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan, Andreas Pole, menekankan pentingnya menjaga api ketulusan dalam melayani masyarakat.

“Jangan pernah berhenti hanya karena kita pernah menemui jalan terjal. Jadikan setiap kesulitan sebagai pelajaran berharga untuk tumbuh. Satu tahun ini adalah fondasi bahwa kita sanggup bertahan demi mereka yang membutuhkan,” tutur Andreas.

Melangkah Lebih Far, Melayani Lebih Tulus

Bagi SPPG Peling Tengah, bertahan bukan berarti berdiam diri. Bertahan adalah keteguhan hati untuk tetap bekerja di tengah keterbatasan. Berbenah adalah keberanian untuk mengakui kekurangan. Sementara melayani adalah panggilan jiwa untuk menempatkan senyum dan kesehatan penerima manfaat di atas segalanya.

Satu tahun bukan titik akhir, melainkan awal dari babak perjuangan baru. Selama masih ada semangat untuk memperbaiki diri dan ketulusan dalam bekerja, jejak langkah ini tidak akan pernah terhenti.

SPPG Banggai Kepulauan Peling Tengah: Satu tahun bersyukur, satu tahun melayani, satu tahun belajar, dan satu tahun bertumbuh.

Dari Peling Tengah, Untuk Indonesia.