Scroll Untuk Lanjut Membaca

Waingapu, BTN – Kejuaraan Shorinji Kempo Bupati Sumba Timur Cup VI resmi ditutup pada Minggu (5/7/2026) di GOR Bank NTT, Waingapu. Penutupan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Maramba Memang, S.Pt., yang mewakili Bupati Sumba Timur. 6/07/2026

Berakhirnya kejuaraan bukan hanya menjadi penutup sebuah kompetisi, tetapi juga mengingatkan bahwa persoalan terbesar olahraga Indonesia justru dimulai setelah podium juara dibongkar. Banyak atlet daerah lahir dari kompetisi lokal, namun tidak sedikit yang kemudian kehilangan kesempatan berkembang karena minimnya pembinaan yang berkelanjutan.

Kejuaraan antar-dojo se-Daratan Sumba ini memperlihatkan bahwa potensi atlet di daerah masih sangat besar. Sayangnya, potensi tersebut kerap terbentur keterbatasan fasilitas latihan, minimnya kompetisi rutin, serta dukungan anggaran yang belum sebanding dengan tuntutan prestasi di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Umbu Maramba Memang mengapresiasi PERKEMI Kabupaten Sumba Timur, panitia, pelatih, wasit, official, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan kejuaraan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan. Namun, apresiasi saja tidak akan cukup jika tidak diikuti langkah konkret memperkuat sistem pembinaan atlet.

Sudah terlalu lama olahraga daerah bergantung pada dedikasi pelatih, pengurus cabang olahraga, dan pengorbanan keluarga atlet. Sementara itu, pemerintah di berbagai daerah masih lebih sering tampil saat pembukaan dan penutupan kejuaraan dibanding memastikan tersedianya fasilitas latihan, dukungan pendanaan, dan program pembinaan yang berkesinambungan.

Jika Indonesia benar-benar ingin menjadi kekuatan olahraga di tingkat internasional, maka perhatian tidak boleh hanya tertuju pada cabang olahraga populer atau kota-kota besar. Atlet dari daerah seperti Sumba harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang melalui kebijakan yang berpihak pada pembinaan, bukan sekedar seremoni.

Penutupan Kejuaraan Bupati Sumba Timur Cup VI menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga. Kejuaraan harus menjadi awal lahirnya kebijakan yang serius, bukan akhir dari perhatian pemerintah. Sebab, prestasi nasional tidak dibangun dari pidato di atas panggung, melainkan dari investasi jangka panjang terhadap atlet, pelatih, dan sistem pembinaan yang kuat hingga ke pelosok Indonesia.

 

Piter Kabiro, Sumba Timur.