SUMBA BARAT DAYA, BTN 02/08/2026 – Suasana penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan mewarnai Gedung Fortuna Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (2/8/2026). Sebanyak kurang lebih 500 warga keluarga besar Bima-Dompu yang bermukim di SBD berkumpul menyaksikan prosesi bersejarah Pengukuhan Pengurus Kerukunan Keluarga Bima-Dompu (KKBD) Kabupaten Sumba Barat Daya Masa Bakti 2026–2029.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST., secara resmi membuka rangkaian acara sekaligus mengukuhkan susunan kepengurusan baru paguyuban tersebut. Pengukuhan ini mengusung tema sentral “Membangun Solidaritas dan Sinergi Keluarga Bima-Dompu Untuk Mewujudkan Program Kerja Paguyuban yang Berkualitas”.
Prosesi pengukuhan diawali dengan laporan dari Ketua Panitia Pelaksana, Salahudin, S.Sos. Dalam laporannya, Salahudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, donatur, serta jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran akbar tersebut hingga seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus KKBD SBD Masa Bakti 2026–2029 oleh Nur Ramadan. Legalitas kepengurusan tersebut tertuang secara resmi melalui Surat Keputusan Ketua Umum KKBD Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor: 004/KKBD/-SBD/VII/2026.
Sebagai simbol dimulainya masa bakti secara resmi, Bupati Ratu Ngadu melakukan pemukulan gong yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin. Momen krusial lainnya ditandai dengan penyerahan bendera pataka organisasi secara simbolis kepada Ketua Umum KKBD SBD terpilih, Djaidul Chair, atau yang akrab disapa Bang Deo.
Penyerahan bendera pataka berlogo KKBD tersebut memuat makna filosofis sebagai bentuk pendelegasian amanah, kepemimpinan, dan tanggung jawab untuk mengayomi seluruh warga Bima-Dompu di tanah Lodo Wee Bangga. Saat menerima pataka, Djaidul Chair menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi serta menjadikan KKBD sebagai wadah pemersatu yang inklusif.
Suasana semakin khidmat ketika Ahmad Jafar memimpin pembacaan ikrar pengurus di hadapan jajaran pejabat daerah dan ratusan tamu undangan. Ikrar tersebut menegaskan komitmen kolektif seluruh jajaran pengurus untuk setia pada cita-cita organisasi, menjaga solidaritas internal, serta aktif berkontribusi menjaga ketertiban umum dan mendukung pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST., menegaskan bahwa keberadaan KKBD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Sumba Barat Daya. Menurutnya, kemajemukan suku, agama, dan budaya adalah fondasi utama dalam memperkokoh persatuan di daerah.
Bupati Ratu Ngadu juga menaruh harapan besar agar pengurus KKBD periode 2026–2029 mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Paguyuban ini diharapkan aktif mendorong berbagai program sosial kemasyarakatan, penguatan kualitas pendidikan, pengembangan UMKM lokal, serta merawat toleransi inter-etnis.
Dukungan terhadap keberadaan KKBD SBD juga datang dari tokoh-tokoh senior daerah. Mantan Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, SH. (MDT), yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan suntikan semangat sekaligus bantuan dana operasional secara pribadi sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yang diserahkan langsung kepada Ketua Umum KKBD SBD.
MDT menyampaikan pesan agar KKBD senantiasa hidup dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat luas di SBD. Kehadiran para pimpinan daerah lintas periode dalam acara ini mempertegas solidnya dukungan kepemimpinan SBD terhadap keberadaan kerukunan warga perantauan.
Struktur kepengurusan KKBD SBD 2026–2029 kali ini diisi oleh kombinasi figur senior dan generasi muda. Jajaran Dewan Pembina diisi oleh Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST. dan Mantan Bupati SBD Markus Dairo Talu, SH., sementara Dewan Penasehat dipercayakan kepada tokoh senior Bima-Dompu, Arif Munandar Alam.
Pada jajaran pengurus inti, Djaidul Chair didampingi oleh Arfandi M. Saleh (Ketua I), Amirullah (Ketua II), Ilhamuddin (Sekretaris Umum), serta Ahmad Alo Tamo Ama (Bendahara Umum). Kepengurusan ini dilengkapi dengan berbagai bidang kerja, di antaranya Bidang Sosial & Kemanusiaan yang dikoordinir Muhammad, Bidang Pemuda & Olahraga oleh Abdul Gafur, serta Bidang Humas & Media oleh Sri Rahmani.
Acara pengukuhan yang berlangsung meriah tersebut juga diisi dengan penampilan seni daerah berupa lagu-lagu khas Bima-Dompu yang dibawakan oleh kelompok ibu-ibu dan remaja KKBD. Santun budaya yang ditampilkan menjadi sarana melepas rindu akan kampung halaman sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Nusantara kepada masyarakat tempatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten SBD, para tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan. Keseluruhan prosesi acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar-warga perantauan dan pemerintah daerah.
(BTN/Erman Ledu)






