SALAKAN,Bangkep BTN 3 Januari 2026 – Di tengah tantangan geografis dan dinamika sosial di wilayah kepulauan, tokoh penggerak asal Banggai Kepulauan, Irwanto Diasa,atau yang akrab disapa Simbil,melontarkan sebuah pemikiran krusial bagi masa depan demokrasi akar rumput. Melalui ulasan di Berantastipikornews.co.id ia menegaskan bahwa bagi masyarakat di daerah seperti Banggai Kepulauan, tetap terhubung adalah satu-satunya cara untuk menjaga kedaulatan warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Narasi bertajuk “Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil” ini lahir dari refleksi panjang atas kondisi sosiopolitik lokal yang seringkali terisolasi dari pusat informasi dan kebijakan

​Bagi Simbil, konektivitas bagi masyarakat Banggai Kepulauan bukan sekedar soal sinyal telekomunikasi, melainkan jembatan solidaritas antar-desa dan antar-pulau. Ia berargumen bahwa keterbatasan akses seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat sipil untuk bersatu mengawal kebijakan pemerintah.

​“Di Banggai Kepulauan, tantangan kita bukan hanya jarak geografis, tapi bagaimana menjaga agar nurani kolektif kita tetap satu frekuensi. Kekuatan sejati kita muncul saat masyarakat di pelosok kepulauan mampu saling berbagi informasi dan bergerak bersama,” tegas Irwanto Diasa.

​Simbil menekankan bahwa masyarakat sipil yang terhubung erat akan menjadi sistem pengawasan yang ampuh terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan. Dengan jejaring yang solid, praktik-praktik yang merugikan rakyat, termasuk potensi korupsi, akan lebih mudah terdeteksi dan diadvokasi secara kolektif

Memanfaatkan setiap celah komunikasi untuk memastikan suara dari Banggai Kepulauan terdengar di level kebijakan.

Mendorong warga kepulauan untuk menjadi produsen informasi bagi sesamanya guna menangkal hoaks dan manipulasi politik.

Menjadikan diskusi-diskusi warga di kedai kopi hingga balai desa sebagai pusat kekuatan kontrol sosial.

Jein