KADOKI HORO, BTN — Suasana kehangatan kekeluargaan dan kearifan lokal mewarnai kediaman Bapak Ari di Kadoki Horo, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Selasa (22/9/2026). Mantan Kepala Desa Koki, Paulus Pare Kanda, menggelar acara kumpul tangan atau bantuan kekeluargaan guna meripankan beban adat yang tengah dihadapi keluarga besarnya. 24/09/2026
Tradisi ulur tangan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk saling menguatkan dan menjaga kelestarian kearifan lokal Sumba. Kehadiran para tokoh masyarakat dan sanak saudara dalam acara adat ini menegaskan eratnya tali silaturahmi serta nilai gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah kehidupan warga Kodi.
Acara kekeluargaan ini kian semarak dengan hadirnya Bupati Sumba Barat Daya periode 2014–2019, Markus Dairo Tallu (MDT). Kedatangan tokoh pemimpin Sumba Barat Daya tersebut disambut hangat oleh Paulus Pare Kanda beserta seluruh keluarga besar yang telah berkumpul di lokasi kegiatan.
Setibanya di lokasi, Markus Dairo Tallu langsung diarahkan menuju ruang tamu utama. Dalam suasana yang penuh keakraban, ia duduk melingkar bersama keluarga besar Paulus Pare Kanda untuk berbincang santai serta menyerap aspirasi dan kehangatan warga yang hadir dalam tradisi kumpul tangan tersebut.
Selang beberapa menit setelah berbincang hangat, pihak keluarga mengundang MDT untuk menyantap hidangan siang bersama secara bersahaja. Penghormatan khas adat Sumba begitu terasa saat piring-piring sajian dihidangkan langsung oleh tuan rumah kepada sang mantan bupati.
”Kita makan secara adat, Bapak,” sapa Mama Ari ramah sembari menyerahkan piring berisikan nasi putih hangat yang disandingkan dengan masakan khas Sumba berkuah daging babi. Markus Dairo Tallu menerima sajian tradisional tersebut dengan penuh apresiasi dan menikmatinya bersama seluruh sanak keluarga yang hadir.
Setelah santap siang dan ramah tamah usai, MDT bersiap untuk melanjutkan agenda perjalanannya menuju Waitabula, Sumba Barat Daya. Sebelum melangkahkan kaki ke kendaraan, ia menyempatkan diri berpamitan, bersalaman, serta melakukan tradisi cium hidung—simbol persaudaraan dan penghormatan tertinggi khas Sumba—dengan para undangan.
Momen kebersamaan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara warga dan Markus Dairo Tallu. Di tengah riuk rendah warga yang mengiringi langkahnya menuju mobil tumpangan, awak media Berantas Tipikor News memanfaatkannya untuk mengonfirmasi isu serta langkah politik MDT ke depan.
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian langkah politiknya menuju Senayan, Markus memberikan jawaban tegas. “Ya, saya calon DPR RI,” ujar Markus Dairo Tallu singkat sembari tersenyum dan melambaikan tangan memasuki kendaraan, menutup kunjungannya di Kadoki Horo dengan kepastian arah politiknya pada kontestasi mendatang.






