BANGGAI KEPULAUAN – Sulteng BTN 25/08/2026-Yayasan Hesed Harapan Baru Indonesia Mandiri secara tegas menyatakan komitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal seluruh program strategis nasional yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dukungan tersebut berfokus pada keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membawa dampak transformatif bagi kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum Yayasan Hesed Harapan Baru Indonesia Mandiri, Andreas Pole, menegaskan bahwa kebijakan MBG bukan sekedar program pemenuhan nutrisi, melainkan stimulus ekonomi luar biasa. Kehadiran program ini terbukti mampu membuka jutaan lapangan kerja baru serta menggerakkan sektor-sektor produktif di daerah, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan lokal.
Menurut Andreas, dampak positif program tersebut sangat terasa di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Masih banyaknya penerima manfaat yang membutuhkan asupan gizi memadai menjadi alasan mendasar mengapa keberlanjutan program strategis nasional ini wajib dikawal secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat.
Sebagai bentuk aksi nyata, Yayasan Hesed Harapan Baru Indonesia Mandiri yang telah resmi bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) siap memperkuat sinergi di lapangan. Pihaknya berkomitmen penuh menyediakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang higienis, aman, bergizi seimbang, serta terdistribusi secara tepat waktu kepada seluruh penerima manfaat.
”Kami adalah organisasi militan yang siap berdiri di garis terdepan mendukung Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami tidak akan membiarkan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menghambat atau mereduksi keberlanjutan program MBG ini,” tegas Andreas Pole dalam keterangan resminya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi erat dengan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah, khususnya Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, terus diperkuat. Sinergi ini dibangun demi memastikan pemerataan ekonomi daerah dan penguatan gizi anak bangsa berjalan beriringan tanpa hambatan administratif maupun operasional.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yayasan Hesed Harapan Baru Indonesia Mandiri, Rano Lamahung, menyampaikan bahwa keterlibatan jajaran yayasan dalam program MBG merupakan wujud pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Pihaknya memastikan struktur organisasi di seluruh tingkatan siap bergerak cepat demi menyukseskan Visi Indonesia Emas 2045.
Rano menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) sejak dini melalui pemenuhan nutrisi adalah kunci utama daya saing bangsa di masa depan. Tanpa intervensi gizi yang terukur dan masif, cita-cita melahirkan generasi emas yang sehat dan cerdas akan sulit diwujudkan secara optimal.
Oleh karena itu, Rano mengimbau seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk menyatukan langkah dan menjaga kondusifitas pelaksanaan program MBG. Keterlibatan aktif pelaku usaha lokal, petani, dan nelayan dalam rantai pasok SPPG diharapkan dapat berputar secara berkelanjutan demi menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus yayasan secara resmi merilis Pernyataan Sikap tertulis yang memuat empat poin krusial. Poin-poin tersebut menegaskan posisi teguh organisasi sebagai mitra strategis pemerintah pusat maupun daerah dalam mengawal seluruh kebijakan nasional.
Pertama, mendukung penuh Visi Misi Presiden Prabowo Subianto “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dengan prioritas peningkatan kualitas SDM. Kedua, mendukung secara bulat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh pelosok tanah air.
Ketiga, berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam penyediaan dapur SPPG yang bersih, bergizi, aman, dan tepat sasaran di Kabupaten Banggai Kepulauan. Keempat, menjamin keberlanjutan program agar terus berjalan tanpa henti demi kepentingan generasi penerus bangsa.
Pernyataan sikap ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan soliditas tinggi, mempertegas posisi Yayasan Hesed Harapan Baru Indonesia Mandiri sebagai pilar pendukung utama pembangunan nasional dari wilayah kepulauan Sulawesi Tengah.
Jein






