BANGGAI KEPULAUAN – BTN 09/05/2026-Integritas dunia pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan mendadak terusik oleh unggahan di grup Bangkep Sadar Hukum yang menyerang kredibilitas satuan pendidikan. Kepala SDN Meselesek, Enos Bagilis, S.Pd., secara tegas membantah tudingan miring yang menyebut sekolah yang dipimpinnya tidak aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Bantahan ini mencuat setelah sebuah tangkapan layar percakapan dari grup WhatsApp “Bangkep Sadar Hukum” (BSH) beredar luas. Dalam percakapan tersebut, oknum pimpinan partai politik mengklaim menerima keluhan dari orang tua murid dan mengancam akan melaporkan kondisi sekolah langsung ke meja Bupati dan Dinas Pendidikan.
Menyikapi hal itu, Enos Bagilis menyatakan kesiapannya untuk beradu data dan fakta di hadapan otoritas tertinggi daerah. Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang menyangkut institusi publik seharusnya diuji kebenarannya sebelum dilempar ke ruang digital yang bersifat liar dan tidak terkontrol.
“Setiap orang, baik itu LSM, Media, maupun Pimpinan Partai, punya hak konstitusional untuk melapor. Namun, menjadi dangkal ketika laporan tersebut disebar ke publik tanpa melalui mekanisme konfirmasi yang elegan,” ujar Enos dengan nada kecewa saat ditemui, Sabtu (9/5/2026).
Tokoh pendidik senior di Kecamatan Bulagi ini sangat menyayangkan tindakan inisial J, Ketua DPC Partai Hanura Bangkep, yang memilih jalur “adu medsos” daripada jalur birokrasi yang resmi. Menurutnya, tindakan tersebut cenderung bersifat pembunuhan karakter terhadap institusi pendidikan.
“Kenapa tidak konfirmasi ke kami dulu? Atau kalau memang punya data, silakan bawa langsung ke Dinas Pendidikan atau Bupati secara formal. Jangan main posting yang arahnya membentuk opini negatif. Sekolah ini punya nama baik yang dibangun bertahun-tahun, jangan dicemari oleh informasi yang prematur,” tegasnya.
Secara tajam, Enos mengkritisi fenomena “Sadar Hukum” yang menjadi nama grup tersebut, namun praktiknya justru diduga menabrak etika penyampaian informasi. Ia menilai, menyebar informasi yang belum tentu benar (hoaks) justru mencederai semangat kesadaran hukum itu sendiri.
Bukan tanpa alasan Enos berani pasang badan. Ia memaparkan bahwa SDN Meselesek bukanlah sekolah “kemarin sore” yang abai terhadap kualitas. Sebaliknya, sekolah ini merupakan lumbung prestasi yang secara rutin mengharumkan nama daerah di berbagai tingkatan
“Kami ini langganan Juara 1 Lomba Balai Bahasa setiap tahun. Kami juga Juara 1 Lomba Pramuka. Bagaimana mungkin sebuah sekolah yang disebut ‘jarang aktif’ bisa menghasilkan prestasi yang konsisten jika gurunya tidak mengajar?” cecar Enos balik mempertanyakan logika tuduhan tersebut.
Dari sisi infrastruktur, Enos menjamin bahwa fasilitas SDN Meselesek dalam kondisi terawat dan sangat layak untuk proses pembelajaran. Ia mengundang pihak-pihak yang meragukan untuk datang langsung melihat realita di lapangan daripada hanya mengandalkan “katanya” dari pesan singkat.
Ia juga memberikan pembelaan terhadap jajaran tenaga pendidiknya. Enos menyebut para guru di SDN Meselesek adalah pejuang literasi yang inovatif dan telah memberikan segalanya demi mencerdaskan generasi penerus di pelosok Banggai Kepulauan.
“Kualitas sebuah sekolah itu dilihat dari buahnya. Produk apa yang dihasilkan? Prestasi anak didik kami adalah jawaban paling telak untuk membungkam tuduhan yang tidak berdasar tersebut,” lanjutnya lagi.
Bagi Enos, tantangan yang dilemparkan melalui grup WhatsApp tersebut adalah ujian bagi profesionalisme birokrasi. Ia berharap pimpinan daerah, baik Bupati maupun Kepala Dinas Pendidikan, dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh riuh rendahnya media sosial.
Menjelang masa purnabakti yang tinggal satu tahun lagi, Enos menegaskan tidak memiliki beban politik atau kepentingan apa pun selain menjaga kehormatan profesi guru. Ia ingin menutup masa pengabdian panjangnya dengan catatan yang bersih dan bermartabat.
“Saya tinggal satu tahun lagi pensiun. Saya tidak takut menyampaikan kebenaran karena ini soal prinsip. Saya ingin menutup pengabdian saya kepada bangsa ini tanpa meninggalkan luka akibat fitnah yang dibiarkan tumbuh di ruang publik,” pungkasnya menutup pernyataan.
Redaksi






