PATUKUKI, BANGKEP, BTN — Expo KKN dan Kuliner Lokal Universitas Muhammadiyah Luwuk di Desa Patukuki, Kecamatan Peling Tengah, Selasa (25/8/2026), menjadi panggung bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menunjukkan potensi ekonomi kreatif serta kekayaan budaya desa. Rabu 26/08/2026
Kegiatan diawali penyambutan adat dengan tarian tradisional Banggai Balatindak, dibawakan Opin dan Nenci dari Desa Tunggaling, diiringi tabuhan “batong” Sebagai simbol memeriahkan kedatangan tamu terhormat di patukuki dalam rangkan kegiatan Ekspo tersebut.
Sejumlah pimpinan daerah dan civitas akademika Unismuh Luwuk turut hadir, termasuk Rektor beserta jajaran dekan, Bupati, Sekda, serta jajaran pemerintah daerah Banggai Kepulauan.
Bukan sekedar pameran, expo ini menampilkan hasil pemberdayaan mahasiswa terhadap potensi lokal.
Beragam olahan keripik pisang, singkong, dan kue tradisional khas Banggai dikemas secara lebih modern untuk memperlihatkan peluang pengembangan UMKM desa.
Mahasiswa juga memaparkan pemetaan potensi desa dan digitalisasi UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong produk lokal agar memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Antusiasme ratusan warga hingga malam hari memperlihatkan bahwa kolaborasi kampus dan masyarakat bukan sekedar seremoni. Expo tersebut menjadi ruang untuk menguji sejauh mana potensi desa dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi sekaligus tetap menjaga identitas budaya.
Melalui kegiatan Ekspo tersebut, Unismuh Luwuk menegaskan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.






