Scroll Untuk Lanjut Membaca

Banggai, Sulteng, BTN – SELASA, 7 OKTOBER 2025 – Intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, telah memicu bencana tanah longsor parah yang kini menyebabkan krisis akses transportasi.

​Akses jalan utama di Desa Huhak, Dusun Tiga, yang merupakan jalur vital penghubung menuju Luwuk dan wilayah Bunta,serta Makasar Palu, dilaporkan putus total dan tidak dapat dilalui oleh segala jenis kendaraan.

Kerusakan parah ini terjadi pascabanjir yang melanda desa tersebut tadi malam, mengakibatkan badan jalan ambles dan terkikis habis.

​Kepala Desa Huhak, mengonfirmasi situasi darurat ini langsung dari lokasi longsor:

​“Kami melaporkan kondisi jalan yang putus total pascabanjir semalam. Jalan ini berada di wilayah Desa Huhak Dusun Tiga.

Para pengendara tujuan Luwuk atau tujuan Bunta. untuk saat ini belum bisa lewat karena kondisi jalan trans Sulawesi dikatakan putus total,” tegas Kepala Desa.

​Dampak dan Risiko Keselamatan Mendesak,
​Putusnya jalan di Desa Huhak ini tidak hanya memutus akses warga, tetapi juga menimbulkan ancaman keselamatan dan menghambat distribusi logistik:

​Jalur transportasi yang terputus total ini menghambat pergerakan warga, pasokan kebutuhan pokok, serta akses kesehatan dan pendidikan.

​Terdapat laporan mengenai kendaraan yang mungkin menjadi korban longsor. “Menurut informasi, di tidak korban materil maupun meterial,” tambah Kepala Desa, menggarisbawahi bahaya kondisi tebing di sekitar lokasi.

​Kebutuhan Alat Berat: Diperlukan pengerahan segera alat berat dari pemerintah daerah untuk membersihkan material longsor dan mempercepat upaya normalisasi jalan.

​Seruan Tindakan Cepat dan Imbauan Waspada,
​Pemerintah Desa Huhak telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah untuk penanganan darurat yang cepat.

​Warga dan pengendara diimbau untuk:
​Tidak Melintasi Jalur: Demi keselamatan, masyarakat dilarang keras mencoba melintasi jalur yang putus total ini.

​Mengingat curah hujan yang tinggi, warga yang tinggal di kawasan lereng diminta untuk selalu siaga terhadap potensi longsor susulan.

​”Kami sangat berharap penanganan dapat segera dilakukan agar aktivitas warga dan pergerakan logistik tidak terganggu terlalu lama. Keselamatan adalah prioritas utama,” tutup Kepala Desa.