Banggai Laut, Sulawesi Tengah –BTN 13/12/2025- Informasi yang sebelumnya beredar luas mengenai dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Banggai Laut (Balut) ke Taliabu, termasuk isu keterlibatan oknum kepolisian, kini telah mendapat klarifikasi tegas dan mendalam dari pihak terkait, yaitu awak Kapal Motor (KM) bersangkutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Setelah tim kami melakukan penelusuran fakta dan konfirmasi langsung di lapangan, terungkap bahwa narasi yang berkembang sebelumnya tidak sepenuhnya akurat. Klarifikasi ini bertujuan meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

​Poin-Poin Utama Meluruskan Fakta di Lapangan

​Berikut adalah fakta sebenarnya mengenai Kapal Motor yang disorot dan isu-isu yang menyertainya.

​Kapal Motor Singgah untuk Perbaikan Mesin, Bukan Akibat Penggerebekan

​Keterangan resmi dari pihak kepolisian dan ABK mengonfirmasi bahwa Kapal Motor tersebut memang singgah sementara di wilayah Banggai Laut. Kedatangan kapal tersebut bukan karena “digerebek,” melainkan karena mengalami kerusakan mesin dalam perjalanan dan membutuhkan perbaikan segera.

​Isu Dibekingi Oknum Polisi. Dipastikan Tidak Benar

​Tudingan mengenai aksi ini “dibekingi” oleh oknum kepolisian adalah tidak benar dan dibantah tegas. Oknum kepolisian yang namanya sempat disebut dalam pemberitaan sebelumnya dipastikan tidak berada di lokasi kejadian saat kapal tersebut singgah untuk perbaikan.

​Muatan BBM Bukan Hasil Penyelundupan dari Balut

​Salah satu Anak Buah Kapal (ABK) bernama Irawan memberikan rincian detail mengenai muatan BBM di kapal mereka.

Solar Digunakan secara eksklusif untuk operasional mesin Kapal Motor itu sendiri,untuk mendukung pelayaran reguler mereka.

Pertalite Merupakan pesanan para petani dari daerah lain. Yang terpenting, BBM jenis ini dibeli dari Luwuk, bukan berasal dari Banggai Laut apalagi hasil penyelundupan dari wilayah tersebut.

​Kapal Adalah Pengangkut Komoditas Hasil Bumi dengan Rute Rutin

​Kapal Motor ini diketahui memiliki rute dan jadwal operasi yang rutin, yaitu mengangkut hasil bumi berupa kopra dari Taliabu menuju Luwuk.

​Irawan juga menambahkan bahwa selain perbaikan dan pembelian suku cadang mesin, awak kapal hanya membeli kebutuhan pribadi seperti minuman untuk konsumsi selama perjalanan.

​Permintaan Maaf dan Komitmen Keberimbangan Informasi

​Kami, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rilis ini, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahpahaman yang mungkin timbul di masyarakat akibat pemberitaan yang beredar dan kurang akurat sebelumnya.

​Kami berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan berimbang kepada publik. Kami kembali menegaskan bahwa tidak terdapat keterlibatan oknum kepolisian dalam peristiwa singgahnya Kapal Motor ini.

​Kami berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran dalam penyampaian informasi.

Tim redaksi