Scroll Untuk Lanjut Membaca

TUNGGALING, BANGKEP, BTN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk menggelar kegiatan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kalangan anak dan remaja di Desa Tunggaling, Kabupaten Banggai Kepulauan. Sabtu 8/08/2026

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda mengenai dampak serius penyalahgunaan narkotika, sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga, sekolah, pemerintah desa, masyarakat, dan lingkungan pergaulan.

Materi edukasi dibawakan oleh Abdianto Sumbeang, yang menekankan bahwa narkoba bukan sekedar persoalan pelanggaran hukum, melainkan ancaman terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, anak dan remaja merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius karena masa remaja merupakan fase pembentukan karakter, pola pikir, serta pengambilan keputusan.

“Pencegahan harus dimulai sebelum seorang anak mengenal dan mencoba narkoba. Karena ketika sudah terjerumus, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.

Dalam penyampaian materi, para remaja diberikan pemahaman mengenai pengertian narkotika, faktor yang dapat mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampak terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul.

Edukasi juga diarahkan agar para remaja mampu mengenali tekanan dari lingkungan pergaulan dan tidak mudah menerima ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka.

Remaja Jangan Dijadikan Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

Peredaran narkoba tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang hanya terjadi di kota-kota besar. Perkembangan teknologi, mobilitas masyarakat, dan luasnya jaringan komunikasi membuat ancaman tersebut dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah pedesaan.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat Desa Tunggaling perlu terus dibangun.

Remaja harus dibekali keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba, sementara orang tua dan masyarakat harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak-anak mendapatkan ruang untuk bertumbuh secara sehat.

“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah anak terjerumus,” pesan Abdianto.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Unismuh Luwuk angkatan 40 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia.

Keluarga dan Desa Punya Peran Penting

Pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama. Orang tua tidak cukup hanya melarang, tetapi juga perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengetahui lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pendampingan yang positif.

Di tingkat desa, kegiatan kepemudaan, olahraga, pendidikan, keagamaan, dan aktivitas sosial dapat menjadi ruang positif bagi anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, mahasiswa KKN dapat mengambil peran sebagai penggerak edukasi dengan menghadirkan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Kegiatan edukasi di Desa Tunggaling diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diberikan harus menjadi kesadaran bersama dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, melindungi anak dan remaja dari narkoba berarti menjaga masa depan desa. Ketika satu generasi kehilangan arah karena narkoba, yang dirugikan bukan hanya satu keluarga, tetapi seluruh masyarakat.

Kegiatan mahasiswa KKN Unismuh Luwuk tersebut menjadi salah satu langkah positif untuk membangun benteng pencegahan sejak dini karena perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dilakukan setelah kejahatan terjadi, tetapi harus dimulai dari pendidikan, keluarga, lingkungan, dan keberanian masyarakat untuk peduli.

JEIN BTN