BANGGAI KEPULAUAN –BTN 01/01/2026 Komitmen penegakan hukum di wilayah laut Banggai Kepulauan (Bangkep) kini dipertanyakan. Janji Polres Bangkep untuk menuntaskan praktik bom ikan dalam waktu tiga bulan serta penempatan Pos Pol Airud Apung di kawasan strategis, hingga kini terbukti hanya menjadi “angin surga” yang tak kunjung nyata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pada Agustus 2025 lalu, publik sempat menaruh harapan besar saat Kasat Pol Airud kala itu, AKP Nanang Afrioko, menjanjikan kehadiran Pos Apung di wilayah Buko, Buko Selatan, hingga Kindadal. Wilayah ini bukan sekedar perairan biasa, melainkan kawasan konservasi yang seharusnya dilindungi dengan ketat.

​Namun, seiring bergantinya tahun dan rotasi jabatan di tubuh Sat Pol Airud, komitmen tersebut seolah ikut terkubur. Alih-alih tuntas, aksi perusakan ekosistem laut justru kembali marak. Para pelaku bom ikan yang sempat “tiarap” karena gertakan aparat, kini kembali berpesta pora merusak terumbu karang.

​Data tidak bisa berbohong. Berdasarkan rekaman alat pendeteksi ledakan “Hydromoth” yang terpasang di titik-titik vital, grafik ledakan justru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

​Saat ini, serangan bom ikan bergeser ke Rep Palagaan dan Rep Merpati. Lokasi yang merupakan lumbung ikan utama Banggai Kepulauan ini sengaja disasar karena berada di luar jangkauan pemantauan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

​Ketiadaan Pos Pol Airud Apung yang dijanjikan membuat wilayah ini menjadi “zona nyaman” bagi para perusak lingkungan. Masyarakat menilai, Polres Bangkep telah gagal menjaga konsistensi dalam melindungi kekayaan bawah laut Bangkep.

​”Angin segar” yang diembuskan aparat tahun lalu kini telah berubah menjadi kekecewaan yang menyesakkan bagi warga pesisir. Masyarakat kini menagih keberanian dan integritas Kapolres Bangkep serta Kasat Pol Airud yang baru.

​Apakah kehadiran pemimpin baru akan membawa solusi nyata, atau justru hanya akan menambah daftar panjang janji-janji kosong yang membiarkan ekosistem laut hancur demi keuntungan segelintir oknum?

​Laut Bangkep sedang sekarat, dan publik menunggu,Mana Pos Apung yang dijanjikan?

Simbil