​BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Menanggapi dinamika sosial dan hangatnya perhatian publik terkait persoalan di Desa Tombos, aparat kewilayahan mengambil peran sentral dalam menjaga kondusivitas. Kehadiran Babinsa menjadi pilar utama untuk memperkuat ruang dialog, meredam potensi konflik, serta memastikan setiap aspirasi warga tersalurkan melalui mekanisme yang bijaksana. 21/07/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Babinsa Desa Tombos dari Koramil 1308-11/Liang, Praka Kholis Kusuma, menegaskan komitmennya untuk mengawal suara masyarakat melalui pendekatan humanis. Bagi Praka Kholis, fungsi aparatur teritorial bukan sekadar menjalankan tugas rutin pembinaan wilayah, melainkan hadir sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan warga, pemerintah desa, dan instansi terkait.

​Langkah ini diambil guna merespons berbagai laporan serta wacana yang berkembang pesat di ruang publik belakangan ini. Praka Kholis mengimbau semua pihak agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, menahan diri dari prasangka, serta menghormati proses verifikasi fakta yang sedang berjalan demi menjaga transparansi informasi.

​Kebebasan menyampaikan kritik dan aspirasi diakui sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi warga desa. Namun, Praka Kholis menekankan bahwa setiap penyelesaian masalah tetap harus menempuh jalur resmi yang sesuai dengan koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​Sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat tapak, Babinsa mengemban amanat untuk membina ketahanan wilayah sekaligus memelihara ketertiban masyarakat. Setiap pergerakan di lapangan selalu diorientasikan untuk memelihara kedamaian, mencegah perpecahan, dan memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat.

​Guna mewujudkan hal tersebut, Praka Kholis terus menggalang sinergi lintas elemen yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga pemuda setempat. Konsolidasi internal ini dinilai sebagai kunci utama dalam merawat iklim sosial yang aman, harmonis, dan kondusif.

​Kolaborasi yang solid di tingkat lokal diyakini menjadi fondasi vital bagi keberlangsungan roda pemerintahan desa. Ketika stabilitas keamanan terjaga, program-program pembangunan desa dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

​”Babinsa hadir murni untuk mengabdi kepada rakyat. Setiap aspirasi yang berkembang adalah amanah yang wajib kami dengar dan kawal sesuai batas kewenangan, dengan mengutamakan jalan musyawarah,” tegas Praka Kholis Kusuma saat ditemui di sela-sela kegiatan wilayahnya.

​Ia menambahkan bahwa fokus utama Koramil saat ini adalah merawat rasa kebersamaan dan mengawal pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Bagi TNI, kepentingan umum dan kesejahteraan warga Desa Tombos harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok atau pribadi.

​Melalui semangat gotong royong dan profesionalisme prajurit, hubungan harmonis antara warga Desa Tombos, Pemerintah Desa, dan Koramil 1308-11/Liang diharapkan kian kokoh. Sinergi yang kuat ini menjadi modal sosial yang berharga dalam membawa kemajuan bagi Kabupaten Banggai Kepulauan.