BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Kebakaran lahan kebun cengkih terjadi di kawasan perkebunan Desa Koyobunga, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (11/8/2026).
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.30 WITA setelah api terlihat membakar kawasan kebun. Berdasarkan keterangan saksi, Hasan Asana (60), sebelumnya sekitar pukul 09.30 WITA dilakukan pembakaran tumpukan rumput kering di kebun setelah area sekitar dibersihkan.
Api sempat dianggap padam setelah pembakaran selesai. Namun, setelah Hasan meninggalkan lokasi untuk makan dan melaksanakan salat, kobaran api kembali terlihat dari kejauhan oleh masyarakat Desa Kolak. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Desa Koyobunga.
Mendapat informasi tersebut, aparat bersama petugas terkait langsung mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai Kepulauan serta Pemerintah Desa Koyobunga. Proses pemadaman turut melibatkan masyarakat dan unsur keamanan.
Pemadaman melibatkan satu unit mobil Damkar Banggai Kepulauan beserta kru, Kopos Sub Sektor Peling Tengah Aiptu Supardi Dg Tomi, serta Babinsa Desa Patukuki Serka Sabarudin A. Libanse, bersama masyarakat Desa Koyobunga.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar 100 pohon cengkih yang ludes terbakar.
WARGA DIMINTA TIDAK LALAI
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya pemilik kebun, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada kondisi lahan yang dipenuhi rumput dan material kering.
Pembakaran sampah atau rumput di kebun harus benar-benar diawasi dan dipastikan api telah padam total sebelum meninggalkan lokasi. Bara api yang terlihat kecil sekalipun dapat kembali menyala dan merambat ke area perkebunan.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api di kawasan kebun dan hutan kepada aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau petugas pemadam kebakaran.
Jangan menunggu api membesar. Satu titik api yang dibiarkan dapat berubah menjadi kebakaran yang mengancam tanaman, lahan, lingkungan, bahkan keselamatan warga.
Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama mencegah kebakaran lahan kembali terjadi.






