Kodi, Sumba Barat Daya, BTN — 1 November 2025 – Kualitas pendidikan dan keselamatan ribuan anak-anak Sumba Barat Daya (SBD) kini berada di ujung tanduk. Hasil investigasi mendalam yang dilakukan tim media sejak September hingga 31 Oktober 2025 mengungkap skandal pengadaan proyek infrastruktur pendidikan Tahun Anggaran 2025 yang disinyalir kuat merupakan politik balas jasa berbalut bahaya konstruksi.
Temuan paling mengerikan adalah indikasi masif penggunaan pasir laut mentah sebagai material utama proyek sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Material ini, tanpa perlakuan khusus, adalah “Bom Waktu Struktural” karena kandungan garam (klorida) yang memicu korosi dan meruntuhkan kekuatan beton dalam hitungan tahun.
Kasus terindikasi kuat ditemukan pada 31 Oktober 2025 di lokasi proyek Rehabilitasi Gedung TK-PAUD Bondo Kodi (sebelumnya bernama TK Kristen Bondo Kodi). Di lokasi, tim media memergoki tumpukan pasir yang secara visual terindikasi jelas sebagai pasir laut
Sementara, kondisi fisik bangunan lama sebagian besar sudah dibongkar, dan pekerjaan baru berupa pondasi dan rangka atap terlihat sedang berjalan, mengonfirmasi penggunaan material yang dipertanyakan.
Detail Proyek Keterangan
Nama Paket REHAB GEDUNG TK KR. PAUD BONDO KODI
Nomor Kontrak 627/PPK/PK/SBD/VIII/2025
Tanggal Kontrak 05 AGUSTUS 2025
Nilai Kontrak Rp160.425.000,00 (Seratus Enam Puluh Juta Empat Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah)
Sumber Dana DAU SG
Waktu Pelaksanaan 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER
Kontraktor Pelaksana CV. DELTA AMAR PRADANA
Konsultan Pengawas CLARIOZ ENGINEER
Instansi Pelaksana PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA BARAT, DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Berdasarkan data di plang, proyek ini dimulai pada 05 Agustus 2025 dengan jangka waktu pelaksanaan 120 Hari Kalender. Artinya, proyek ini seharusnya selesai pada atau sekitar 02 Desember 2025.
Namun, per tanggal 31 Oktober 2025, realisasi fisik pekerjaan masih jauh dari selesai. Artinya proyek tersebut jika dilihat dari Kondisi ini mengindikasikan keterlambatan parah yang tidak hanya mengancam kualitas bangunan tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar.
Kontraktor pelaksana, CV. DELTA AMAR PRADANA (yang diidentifikasi investigasi sebagai bagian dari jaringan Tim Sukses Bupati) jelas-jelas gagal secara profesionalisme.
”Tidak bisa ditutup-tutupi lagi, semua proyek APBD 2025 di SBD, baik fisik maupun pengadaan, dikerjakan oleh Tim Sukses Bupati. Mereka ini bekerja tanpa modal memadai. Akhirnya, demi menekan biaya, yang disasar adalah kualitas material.” –ucap sumber
Politik Lokal, anonim demi keamanan
DERETAN SEKOLAH LAIN YANG TERANCAM HANCUR DINI
Pasir laut yang tidak diolah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ini berisiko menghancurkan beton dari dalam karena korosi pada besi tulangan. Selain TK-PAUD Bondo Kodi, praktik ini juga terindikasi masif di proyek kritis lainnya seperti
SMP NEGERI KODI UTARA
SMP KRISTEN WAIKADA
SD N KAREKA NDARA
*Kami mendesak Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla untuk segera menghentikan praktik nepotisme yang merusak SBD ini.*
Tindakan tegas yang harus dilakukan saat ini juga, bukan besok.
Audit Forensik Material.Perintahkan Inspektorat dan Dinas PUPR untuk segera melakukan UJI LABORATORIUM DARURAT terhadap pasir dan beton di lokasi proyek-proyek tersebut, khususnya TK-PAUD Bondo Kodi.
Hasilnya harus diumumkan ke publik secara transparan.
Sanksi Maksimal Jika terbukti melanggar SNI, PUTUS KONTRAK seluruh kontraktor yang terlibat, BLACKLIST permanen, dan serahkan temuan ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) atas tindak pidana yang membahayakan publik.
Jelaskan secara terbuka mengapa proyek strategis pendidikan, senilai Rp160.425.000,00, diserahkan kepada jaringan kontraktor yang gagal secara profesional dan berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.
KESELAMATAN ANAK-ANAK SBD BUKAN BARANG DAGANGAN POLITIK. JANGAN JADIKAN SEKOLAH SEBAGAI MONUMEN KORUPSI YANG RAPUH DARI PASIR LAUT!






