Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Destinasi wisata Piara Kuku Hills di Desa Katiku Luku, Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menghadapi kondisi memprihatinkan. Objek wisata yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan kini tampak mengalami kerusakan dan berubah menjadi reruntuhan.

Kondisi tersebut ditemukan wartawan Brantas Tipikor saat melintas di kawasan Piara Kuku Hills pada Senin, 24 Agustus 2026. Susunan batu yang sebelumnya terlihat rapi kini tidak lagi dalam kondisi sebagaimana mestinya.

Kerusakan itu menjadi tanda tanya besar. Ketika dikonfirmasi, sejumlah warga setempat mengaku tidak mengetahui penyebabnya.

“Kami tidak tahu kenapa rusak. Apakah karena pengaruh alam atau hewan, kami juga tidak tahu,” kata warga setempat.

Pernyataan tersebut justru memperlihatkan adanya persoalan yang perlu segera dijawab. Siapa yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap objek wisata tersebut? Mengapa kerusakan bisa terjadi tanpa diketahui secara jelas penyebab maupun langkah penanganannya?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak boleh berhenti sebagai keluhan masyarakat.

Piara Kuku Hills merupakan potensi wisata yang berada di wilayah Desa Katiku Luku dan menjadi bagian dari kekayaan wisata Sumba Timur. Jika selama ini wisatawan lokal maupun domestik datang berkunjung, maka keberadaan objek tersebut semestinya dipandang sebagai aset ekonomi yang harus dijaga, bukan dibiarkan rusak begitu saja.

Jangan Tunggu Hancur Total

Pemerintah Desa Katiku Luku bersama pengelola dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur harus segera turun ke lapangan.

Langkah pertama adalah memastikan penyebab kerusakan. Setelah itu, pemerintah harus menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, menghitung tingkat kerusakan, dan menyusun langkah perbaikan yang jelas.

Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah objek wisata tersebut benar-benar hancur.

Jika destinasi wisata dibiarkan rusak, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar yang berpotensi memperoleh manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Pariwisata tidak cukup hanya dengan promosi. Pemerintah juga harus memastikan destinasi yang sudah ada dirawat, aman, layak dikunjungi, dan memiliki infrastruktur yang terjaga.

Bupati Diminta Turun Tangan

Kondisi Piara Kuku Hills menjadi momentum bagi Bupati Sumba Timur untuk menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola sektor pariwisata.

Bupati diharapkan tidak hanya menerima laporan dari meja birokrasi. Turun langsung atau memerintahkan jajaran terkait untuk segera mengecek kondisi Piara Kuku Hills merupakan langkah yang jauh lebih penting daripada membiarkan persoalan ini menjadi viral setelah kerusakan semakin parah.

Pemerintah daerah juga perlu membuka informasi kepada masyarakat mengenai status pengelolaan objek wisata tersebut, pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan, serta rencana perbaikannya.

Sebab, ketika sebuah destinasi wisata menjadi aset daerah dan dimanfaatkan untuk menarik wisatawan, maka perawatan dan pengawasannya juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Jangan Biarkan Aset Wisata Mati Perlahan

Masyarakat Sumba Timur memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal jika destinasi yang sudah ada justru dibiarkan rusak.

Karena itu, masyarakat, pemerintah desa, pengelola, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur perlu bergandengan tangan menjaga Piara Kuku Hills.

Piara Kuku Hills tidak boleh berubah dari destinasi wisata menjadi sekedar cerita masa lalu.

Pemerintah masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Namun kesempatan itu tidak boleh disia-siakan.

Bupati Sumba Timur dan dinas terkait harus segera bertindak. Periksa, pastikan penyebabnya, perbaiki kerusakannya, dan selamatkan aset wisata tersebut sebelum semuanya terlambat.

Piter Kabiro, Sumba Timur.