LUWUK/PAGIMANA – BTN 04/03/2026-Perbedaan gaya kepemimpinan antara Camat Pagimana dan Camat Boalemo dalam merespons keluhan warga kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Di saat masyarakat Pagimana mengapresiasi langkah cepat pimpinannya dalam melakukan investigasi lapangan, warga di wilayah Boalemo justru mengeluhkan lambatnya penanganan terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang kian meresahkan.di desa longkoga timur
Ketegasan Camat Pagimana baru-baru ini menuai pujian setelah dirinya secara langsung memerintahkan tim untuk melakukan investigasi lapangan segera setelah menerima laporan terkait permasalahan pelayanan publik. Langkah “Camat Hebat” ini dinilai sebagai bentuk nyata dari fungsi pengawasan seorang kepala wilayah.
Warga setempat menyatakan bahwa tindakan instan tersebut memberikan rasa aman dan kepastian hukum. Tanpa menunggu birokrasi yang berbelit, investigasi lapangan dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan warga, sehingga potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi yang terjadi di Kecamatan Boalemo dalam beberapa waktu terakhir. Di saat warga menyuarakan keresahan terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli), di Desa Longkoga Timur.Camat Boalemo dinilai cenderung pasif dan tidak memberikan respons yang sebanding dengan urgensi masalah tersebut.
“Sangat kontras. Di Pagimana, camatnya langsung bergerak begitu ada masalah. Sementara di Boalemo, kasus pungli yang sudah meresahkan warga seolah dibiarkan tanpa ada langkah investigasi yang nyata ke lapangan,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dijaga demi keamanan.
Sikap diam atau “diam-diam saja” yang ditunjukkan oleh otoritas di Boalemo dikhawatirkan akan menyuburkan praktik pungli di tingkat bawah. Secara jurnalistik dan etika pemerintahan, ketiadaan investigasi lapangan saat ada laporan warga dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi (distrust).
Masyarakat menuntut agar pimpinan di wilayah Boalemo mencontoh langkah preventif dan represif yang dilakukan oleh Camat Pagimana. Kehadiran pemimpin di tengah konflik atau masalah lapangan adalah kunci utama dalam menegakkan integritas pelayanan publik.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja camat yang dianggap abai terhadap praktik pungli. Ketegasan bukan hanya soal kata-kata, melainkan tindakan nyata di lapangan sebagaimana yang dicontohkan di Pagimana.
Redaksi






