Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, BTN — Ironi pahit kembali menampar rasa keadilan masyarakat. Aparat penegak hukum yang mengemban sumpah untuk mengayomi dan melindungi warga, kini justru diduga berbalik peran—bersaing dengan pelaku kriminal yang seharusnya ditindak tegas. 7/09/2026

Kekecewaan ini mencuat menyusul peristiwa pilu yang menimpa seorang peternak saat kehilangan hewan peliharaannya. Dalam proses pencarian, muncul kenyataan pahit ketika sapi yang hilang tersebut justru diduga kuat ditemukan berada dalam penguasaan oknum aparat berseragam cokelat.

Jika dugaan ini terbukti di hadapan hukum, dampaknya jauh melampaui kerugian materiil berupa seekor sapi. Peristiwa ini secara mendasar merobek rasa aman warga sekaligus meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Masyarakat taat menjalankan kewajiban membayar pajak dengan harapan mendapatkan kepastian serta rasa aman dari negara. Sangat tragis ketika kontribusi itu justru dibalas dengan rasa cemas dan kecurigaan terhadap pihak yang memegang otoritas perlindungan.

Pangkat dan jabatan bukanlah tiket untuk kebal dari jerat pidana, begitu pula seragam tidak boleh dijadikan tameng untuk menyembunyikan tindakan tercela. Prinsip kesetaraan di hadapan hukum wajib ditegakkan tanpa pengecualian.

Proses penanganan kasus ini harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan objektif. Jangan sampai muncul persepsi liar di tengah masyarakat bahwa hukum hanya tajam menindak rakyat kecil, namun mendadak tumpul saat berhadapan dengan oknum berseragam.

Pesan tegas ini menjadi teguran terbuka, khususnya bagi figur seperti Budi. Sudah saatnya membuktikan komitmen sebagai aparat penegak hukum yang membanggakan rakyat, bukan malah memicu tanda tanya dan kekecewaan publik.

Seragam cokelat yang dikenakan setiap hari adalah simbol pengabdian luhur kepada bangsa dan negara. Perilaku tercela dari oknum tidak boleh dibiarkan mencoreng integritas serta kehormatan institusi yang telah dibangun sekian lama.

Penindakan tegas tanpa pandang bulu serta pembersihan internal secara menyeluruh adalah harga mati. Hanya melalui langkah nyata inilah, martabat institusi dapat dipulihkan dan kepercayaan masyarakat dapat diraih kembali.

Piter Kabiro Sumba Timur