JAKARTA – BTN 21/02/2026-Sebuah karya literasi yang berani dan reflektif kini hadir di tengah diskursus publik Indonesia yang tengah mengalami turbulensi kepercayaan. Penulis Shony, meluncurkan buku terbarunya berjudul “IJAZAH JOKOWI. Pertaruhan Moralitas Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)”. Buku ini bukan sekedar catatan polemik, melainkan sebuah gugatan intelektual terhadap fondasi etika para pemimpin bangsa.
Melalui narasi yang tajam dan analitis, buku setebal 150 halaman ini memposisikan isu ijazah Presiden Joko Widodo bukan hanya sebagai sengketa dokumen administratif, melainkan sebagai simbol runtuhnya kompas moral dalam kehidupan bernegara.
Gugatan terhadap “Normalisasi” Ketidakjujuran
Shony dalam bukunya secara “pedas” menyoroti bagaimana kejujuran mulai terpinggirkan oleh kepentingan pragmatis kekuasaan. Ia mengajak pembaca,mulai dari akademisi, penegak hukum, hingga rakyat jelata,untuk melihat melampaui hiruk-pikuk politik dan kembali pada esensi integritas.
”Buku ini adalah cermin retak bagi bangsa kita. Jika kejujuran seorang pemimpin tertinggi masih menyisakan ruang keraguan yang tak terjawab secara tuntas, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan peradaban Indonesia di atas pasir hisap kebohongan,” ujar Shony dalam nukilan refleksinya.
Pisau Bedah Filosofis,Dari Plato hingga Pancasila
Yang membedakan buku ini dari sekedar narasi oposisional adalah kedalaman perspektifnya. Penulis menggunakan dialektika filosofis dari pemikir besar dunia seperti Plato dan Immanuel Kant, lalu membenturkannya dengan realitas penerapan nilai-nilai Pancasila saat ini.
Beberapa poin krusial yang dibedah dalam buku ini antara lain.Mengapa transparansi akademis adalah syarat mutlak moralitas kepemimpinan.
Kritik terhadap kecenderungan mengorbankan kebenaran demi menjaga citra kekuasaan.
Seruan bagi generasi muda dan aparat penegak hukum untuk memulihkan marwah negara melalui integritas tanpa kompromi.
Buku ini hadir sebagai bacaan wajib bagi para praktisi hukum (Polisi, Jaksa, Hakim) agar tetap tegak lurus pada kebenaran materiil, serta bagi para pendidik dan mahasiswa sebagai pengingat akan sakralnya nilai sebuah ijazah. Bahkan, buku ini ditujukan secara terbuka sebagai “surat terbuka” bagi para tokoh adat, agama, hingga para Raja/Sultan Nusantara untuk ikut menjaga warisan moral bangsa.
Mengingat urgensi isu yang diangkat dan tingginya minat publik terhadap diskursus integritas nasional, buku ini kini telah tersedia melalui sistem Pre-Order (PO). Publik yang ingin mendapatkan perspektif tajam ini dapat menghubungi.
Narahubung: 081371549165 (Shony)
Ketersediaan: Stok Terbatas
”Negara ini tidak akan hancur karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik terhadap ketidakjujuran.”
Tim Redaksi






