MAKASSAR – BTN 30/12/2025-Di bawah naungan atap Rumah Adat Soppeng, Benteng Somba Opu, sebuah momentum bersejarah bagi mahasiswa asal Banggai Kepulauan kembali terukir. Selama tiga hari (26-28 Desember 2025), Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMBM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Ke-VIII, sebuah ajang tertinggi yang bukan sekedar evaluasi, melainkan manifestasi demokrasi dalam bingkai kekeluargaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Lantunan lagu Banggai Tano Monondok yang menggema di awal acara seolah memanggil kembali jati diri setiap kader akan tanah kelahiran. Suasana khidmat ini menjadi pembuka bagi agenda-agenda krusial, mulai dari bedah AD/RT hingga proyeksi Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO).

​Para tokoh penting seperti Wahyu S. Kandau (Pembina) dan Wiwi Cahyani (MPO) hadir memberikan wejangan strategis, menegaskan bahwa IKMBM harus tetap menjadi wadah intelektual yang inklusif bagi seluruh mahasiswa Bangkep di Makassar.

​Sidang yang dipimpin oleh pimpinan sidang Tantri Songki dan Marsyah Karim berlangsung dinamis. Seluruh lini departemen, mulai dari Kesekretariatan, PSDE, Kerohanian, PDP, Advokasi, hingga Infokom, memaparkan rekam jejak pengabdian mereka. Begitu pula dengan barisan KSB,Muhamad Rafil Lanusi, Leni J. Bora, dan Dwi Narwi Abudi,yang menutup masa baktinya dengan laporan pertanggungjawaban yang komprehensif.

​Puncak dinamika Mubes VIII ditandai dengan munculnya enam putra-putri terbaik dari berbagai kampus besar di Makassar (UIN, UMI, dan UIM). Arya, Tesar M. Atisina, Aldianto Sadalia, Tantri Songki, Nur Asya, dan Barik Noval berdiri di podium yang sama, menawarkan gagasan dan mimpi untuk IKMBM satu periode ke depan.

​Namun, semangat musyawarah mufakat tetap menjadi panglima. Setelah melalui dialektika yang tajam namun penuh persaudaraan, forum akhirnya menitipkan mandat kepemimpinan kepada Aldianto Sadalia (Mahasiswa Teknik Mesin UIM) sebagai Ketua Umum IKMBM periode 2025/2026.

​Penyerahan hasil ketetapan Mubes oleh Muhammad Rafil Lanusi selaku demisioner kepada ketua terpilih menjadi simbol estafet perjuangan yang berjalan mulus. Acara yang berakhir pada hari Minggu ini ditutup dengan sesi dokumentasi yang penuh kehangatan, menandakan kesiapan seluruh anggota untuk melangkah bersama di bawah kepengurusan yang baru.

Jein