Oleh: Hermanius Burunaung
(Pimpinan Redaksi Berantastipikornews)
Dunia pers hari ini sedang dipertaruhkan. Jika setiap pagi layar ponsel dan halaman media kita hanya dipenuhi oleh teks seragam hasil copy-paste rilis Humas Pemda atau Polres, maka ada satu pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama: Masih pantaskah kita menyebut diri kita sebagai wartawan?
Jangan pernah menjadikan media sebagai tameng atau alat tawar untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok. Nota Kesepahaman (MoU) antara media dan Pemerintah Daerah (Pemda) seringkali disalahartikan. MoU bukanlah “surat sakti” untuk menutupi bobroknya kinerja birokrasi, bukan pula kontrak untuk membungkam daya kritis.
Fungsi pers adalah kontrol sosial. Jika kita membiarkan kebijakan yang pincang tetap terlihat lurus demi menjaga hubungan baik lewat MoU, maka kita sedang mengkhianati publik.
Kita harus mengakui sebuah tren yang memalukan,Budaya malas investigasi. Banyak insan pers yang kini merasa cukup hanya dengan duduk manis, menerima rilis dari Humas, lalu menayangkannya tanpa verifikasi lebih lanjut.
Wartawan sejati bukan sekedar “perpanjangan tangan” Pemda ke meja redaksi. Jika yang kita tayangkan hanya giat seremonial dan keberhasilan yang dipoles, maka kita tidak lebih dari “Humas Tambahan” yang tidak digaji oleh negara, namun dengan sukarela menggadaikan independensi.
Kita harus memupuk kembali rasa malu kepada pembaca. Publik memberikan kita kepercayaan untuk melihat apa yang mereka tidak lihat, dan menyuarakan apa yang tidak bisa mereka suarakan. Jika informasi yang kita sajikan hanyalah narasi sepihak dari penguasa, di mana letak kehormatan profesi ini?
Independensi bukan sekedar slogan, melainkan tindakan. Mari kita buktikan identitas kita sebagai wartawan melalui.
Berita Investigasi,Turun ke lapangan, temukan fakta yang disembunyikan di balik meja-meja kantor pemerintahan.
Verifikasi Ketat,Jangan telan mentah-mentah rilis Humas. Tanyakan “mengapa” dan “bagaimana” di balik setiap kebijakan.
Keberpihakan pada Kebenaran,Bukan pada pemberi rilis atau rekan kerja sama.
Saya mengajak seluruh insan pers, khususnya di lingkungan Berantastipikornews dan rekan-rekan sejawat lainnya,Mari kita ubah pola kerja kita sekarang juga. Tunjukkan kepada publik bahwa kita adalah pilar keempat demokrasi yang sesungguhnya.
Jurnalisme adalah profesi mulia yang dibangun di atas kejujuran dan keberanian. Jika kita hanya mampu membebek pada rilis Humas, lebih baik lepaskan atribut wartawan Anda. Namun, jika Anda masih memiliki harga diri dan nurani, mari kita kembali ke khittah. Tajam mengkritik, berani mengungkap, dan setia pada kepentingan rakyat.
Redaksi






