SALAKAN – BTN 12/01/2026-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menegaskan posisi politiknya untuk berdiri di barisan terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem, sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dalam acara HUT ke-53 dan RAKORNAS I Tahun 2026 di Ancol, Jakarta.
Dibawah komando Ketua DPC Meiyer Damima, SE., partai berlambang banteng moncong putih ini secara resmi menyatakan penolakan tanpa kompromi terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan yang mengancam keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan di Bumi Trikora.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkep Meiyer Damima, SE., menyatakan bahwa instruksi partai untuk menjaga dan melindungu lingkungan hidup adalah perintah yang wajib dijalankan oleh seluruh kader dan simpatisan. Menurutnya, eksploitasi alam yang ugal-ugalan bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kesejahteraan rakyat kecil.

“PDI Perjuangan menolak keras tambang yang merusak lingkungan! Ini bukan sekedar komoditas isu politik menjelang momentum tertentu, melainkan prinsip dasar dan ideologi perjuangan kami. Kami tidak akan membiarkan kekayaan alam Bangkep dikeruk hanya untuk keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat ditinggalkan dengan sisa-sisa kehancuran,” tegas Meiyer Damima dalam keterangan resminya melalui pesan Whatsaappnya

Meiyer Damima menekankan bahwa perlindungan terhadap hutan, pesisir, dan sumber air di Banggai Kepulauan adalah harga mati. Ia menilai, dampak kerusakan lingkungan seringkali bersifat permanen dan yang paling pertama menjadi korban adalah masyarakat lokal yang bergantung pada alam.

“Kami sangat concern terhadap persoalan ini. Alam yang rusak hari ini adalah bencana bagi umat manusia di masa depan. Kita punya tanggung jawab moral yang berat. PDI Perjuangan ingin memastikan bahwa kita mewariskan mata air yang jernih bagi anak cucu kita, bukan mewariskan air mata kesedihan akibat bencana alam dan kemiskinan struktural yang dipicu oleh kerusakan lingkungan,” tambahnya dengan nada retoris yang kuat.

Lebih lanjut, Meiyer Damima mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk berpikir jauh ke depan dalam merancang pembangunan. Ia mendorong adanya alternatif ekonomi yang lebih ramah lingkungan, seperti penguatan sektor pariwisata berbasis alam (ecotourism) dan pemberdayaan sektor perikanan yang menjadi keunggulan daerah.

“Membangun daerah tidak harus dengan cara merusaknya. Kami mendesak pemerintah untuk lebih selektif dan ketat dalam mengeluarkan izin, serta memprioritaskan kajian dampak lingkungan yang jujur dan transparan. PDI Perjuangan akan terus mengawal kebijakan ini, baik di kursi legislatif maupun di tengah-tengah masyarakat,” pungkas tokoh politik yang dikenal vokal ini.

Sikap tegas DPC PDI Perjuangan Bangkep ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan bahwa kelestarian alam Banggai Kepulauan adalah aset yang tidak boleh diganggu gugat demi keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan.

Jein