Scroll Untuk Lanjut Membaca

​JAYAWIJAYA, BTN – 28/07/2026, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha terus mengokohkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui Personel Pos Kotis, prajurit Gardatama Yudha menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan anjangsana dan pelayanan kesehatan pintu ke pintu (door to door) bagi warga di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Senin (27/7/2026).

​Kegiatan ini lahir dari kepedulian mendalam para prajurit terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat setempat. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses medis di wilayah pedalaman, kehadiran prajurit TNI menjadi angin segar yang membawa solusi nyata bagi kebutuhan dasar warga di Walesi.

​Tidak hanya membawa peralatan medis dan obat-obatan, para prajurit juga menyisir rumah-rumah warga dengan penuh kehangatan. Pendekatan persuasif dan ramah ini membuat masyarakat menyambut kehadiran personel Satgas dengan tangan terbuka, menciptakan suasana keakraban yang begitu kental.

​Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, konsultasi keluhan penyakit ringan, hingga pembagian obat-obatan dan vitamin secara gratis. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga serta mengantisipasi potensi penyebaran penyakit musiman di kawasan tersebut.

​Kemesraan antara TNI dan masyarakat makin terasa manakala sebanyak 12 personel Pos Walesi yang dipimpin langsung oleh Kapten Inf Sigit Wibowo turut melebur dalam kearifan lokal. Tanpa canggung, para prajurit bahu-membahu membantu warga setempat menyiapkan tradisi bakar batu, sebuah ritual adat penuh makna yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Papua.

​Kapten Inf Sigit Wibowo menyampaikan bahwa kehadiran Satgas di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, melainkan juga untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan yang ada. Bantuan yang diberikan dalam persiapan tradisi bakar batu menjadi bukti komitmen TNI dalam menghormati serta melestarikan adat istiadat lokal.

​”Kegiatan ini adalah bentuk nyata rasa kemanusiaan kami, sekaligus upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mempererat tali silaturahmi dengan saudara-saudara kita di sini. Kami ingin terus menyatu dengan masyarakat dan ikut serta melestarikan budaya luhur yang ada di tanah Papua,” tegas Kapten Inf Sigit Wibowo.

​Aksi simpatik Yonif 645/Gardatama Yudha ini membuahkan apresiasi hangat dari tokoh adat dan masyarakat Distrik Walesi. Senyum dan kehangatan warga menjadi bukti nyata bahwa jargon “Berani Pantang Mundur” tidak hanya digaungkan di medan tugas, tetapi juga diwujudkan melalui pengabdian tulus demi kesejahteraan rakyat Papua.

Sumber :
– Pen Yonif 645/Gty
– Gardatama Yudha
– Berani Pantang Mundur 🇮🇩🇮🇩🇮🇩