Tahuna Sangihe, BTN – Komunitas Petani Muda Sangihe menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan sektor pertanian lokal dengan melakukan studi banding ke Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Kunjungan yang berlangsung pada 11-14 Juli 2025 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman hortikultura.
Enam anggota Komunitas Petani Muda Sangihe yang berangkat adalah Muslin Mirontoneng (Kampung Malamenggu), Jemmy Makikehang (Kampung Talengen), Julkipli Sanduka (Kampung Pindang), Merdeka Makatengkeng (Kampung Kuma 1), serta Gustaf Makikehang dan Justinus Makikehang (Kampung Bira). Inisiatif pendanaan mandiri dari para peserta menunjukkan keseriusan mereka dalam pengembangan diri dan daerah.
Rombongan disambut hangat oleh Komunitas Petani Sahabat Panah Merah dan Marthen Item, seorang praktisi pertanian yang berpengalaman. Dalam kunjungan ini, para petani muda Sangihe fokus mempelajari teknik peningkatan hasil produksi sayuran dan berbagi informasi mengenai potensi pertanian di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kami datang tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga ingin menambah wawasan dan saling berbagi ilmu mengenai budidaya sayuran,” ujar Muslin Mirontoneng, salah satu pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepulauan Sangihe, menegaskan tujuan kunjungan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui Bapak Bupati, memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas kendaraan selama empat hari studi banding di wilayah Minahasa Utara, Minahasa, dan Bolaang Mongondow.
Dukungan ini diharapkan dapat memaksimalkan manfaat dari kegiatan pembelajaran ini.
Marthen Item turut memberikan motivasi kepada para petani muda, menekankan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berinovasi dan meningkatkan produksi. Ia juga berbagi pengalaman suksesnya dalam mengembangkan usaha pertanian yang berdampak positif pada peningkatan pendapatan.
Kunjungan studi banding ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan terhadap peningkatan produksi hortikultura di Sangihe. Peningkatan ini sangat krusial dalam mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah daerah dan nasional. Dengan demikian, petani muda Sangihe diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan perekonomian lokal, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.
HKTI sebagai organisasi yang menaungi aspirasi petani di seluruh Indonesia, mendukung penuh inisiatif seperti ini sebagai bagian dari upaya kolektif untuk mencapai ketahanan pangan. Diharapkan, langkah Komunitas Petani Muda Sangihe ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda petani lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan pertanian demi kemajuan daerah.






