Banggai, BTN — 16 Agustus 2025 — Program “BERANI SEHAT” yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebagai jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, tampaknya hanya isapan jempol di Puskesmas Balantak.
Alih-alih mendapatkan pelayanan tanpa biaya sesuai janji, warga justru mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar yang mencederai komitmen Gubernur.
Praktik Pungli Merugikan Warga
Beberapa warga Balantak yang enggan diungkapkan identitasnya, mengaku masih harus membayar sejumlah biaya saat berobat.
Pungutan ini bervariasi, mulai dari pendaftaran hingga biaya obat yang seharusnya sudah ditanggung oleh program “BERANI SEHAT”.
Keluhan ini menunjukkan adanya kesenjangan serius antara kebijakan di tingkat provinsi dan pelaksanaannya di lapangan.
“Kami datang karena janji berobat gratis dari Pak Gubernur, tapi kenyataannya kami tetap harus bayar.Kami merasa bingung dan kecewa,” ujar salah seorang warga pada 15 Agustus 2025.
*Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi dan Daerah*
Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis: Apakah program “BERANI SEHAT” hanya sekadar gimik politik?
Gubernur dan Dinas Kesehatan Provinsi harus segera mengambil tindakan tegas. Audit menyeluruh terhadap Puskesmas Balantak menjadi langkah yang tidak bisa ditawar lagi untuk mengusut tuntas dugaan pungutan yang merugikan masyarakat.
Kegagalan dalam mengawal implementasi program ini bukan hanya sekadar kesalahan teknis, tetapi juga bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga.
Jika tidak ada respons dan perbaikan, kepercayaan masyarakat akan terkikis dan program “BERANI SEHAT” akan selamanya menjadi slogan kosong.
*Tuntutan Masyarakat*
Masyarakat Balantak berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan sesuai dengan janji pemerintah.
Mereka menuntut adanya transparansi, akuntabilitas, dan tindakan nyata untuk menghentikan praktik pungutan liar. Hanya dengan demikian, program “BERANI SEHAT” dapat benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji palsu yang berujung pada penderitaan.
Sampai berita ini diturunkan Pihak Puskesmas Balantak belum ada keterangan lebih mendalam terkait kasus ini,untuk keseimbangan berita,
Pimred






