SUMBA TIMUR, BTN – Sebanyak 53 satuan pendidikan di Kabupaten Sumba Timur dipastikan masuk dalam program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan. Program ini menjadi angin segar bagi sekolah-sekolah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan fisik, namun Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menegaskan bahwa membangun gedung sekolah saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan pendidikan. 4/08/2026
Di balik program revitalisasi tersebut, kemampuan literasi dan numerasi siswa masih menjadi pekerjaan rumah yang jauh lebih besar dan mendesak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjandji, SE, menjelaskan bahwa seluruh sekolah penerima bantuan wajib mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebelum menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Dari total sekitar 53 sekolah yang dipersiapkan, sebanyak 30 SD, 4 SMP, dan 24 TK/PAUD telah mengikuti tahapan bimtek. Sekolah lainnya akan mengikuti proses secara bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan kementerian.
Menurut Imanuel, Dinas Pendidikan tidak menjadi pelaksana proyek pembangunan, melainkan bertugas melakukan pengawasan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai aturan.
“Setelah perjanjian kerja sama ditandatangani dan pekerjaan dimulai, kami melakukan monitoring. Setiap perkembangan pekerjaan wajib dilaporkan secara berkala,” ujarnya.
Bangunan Diperbaiki, Kualitas Pendidikan Masih Jadi Tantangan
Meski revitalisasi menjadi solusi atas banyaknya gedung sekolah yang rusak, Dinas Pendidikan mengakui persoalan pendidikan di Sumba Timur tidak berhenti pada kondisi fisik bangunan.
Kemampuan membaca, memahami bacaan, serta berhitung siswa masih menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi.
Karena itu, sekolah didorong melakukan pemetaan kemampuan setiap peserta didik sejak awal agar guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
“Setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda. Guru harus mampu menyesuaikan proses pembelajaran agar tidak ada siswa yang tertinggal,” kata Imanuel.
347 Sekolah Butuh Pengawasan Berkelanjutan
Tantangan Dinas Pendidikan semakin besar karena harus membina sekitar 347 satuan pendidikan, terdiri dari 265 SD dan 77 SMP, selain jenjang pendidikan lainnya.
Dengan jumlah sekolah yang tersebar di berbagai wilayah, pengawasan tidak mungkin hanya mengandalkan dinas. Karena itu, Dinas Pendidikan melibatkan pengawas sekolah, Dewan Pendidikan, serta berbagai mitra pembangunan untuk memastikan mutu pendidikan terus meningkat.
Pemantauan tidak hanya menyasar proses belajar mengajar, tetapi juga kompetensi tenaga pendidik, ketersediaan sarana-prasarana, hingga kebutuhan riil setiap sekolah.
Efisiensi Anggaran Paksa Pemerintah Perkuat Kolaborasi
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sejumlah program pendidikan harus disesuaikan. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan memperluas kerja sama dengan yayasan dan mitra pembangunan untuk tetap menjalankan program peningkatan literasi dan mutu pembelajaran.
Sementara itu, pengajuan revitalisasi sekolah dilakukan berdasarkan data teknis yang ketat. Dinas Pendidikan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum untuk menilai tingkat kerusakan bangunan, melengkapi dokumentasi foto, menghitung persentase kerusakan, hingga menyusun estimasi biaya sebelum seluruh data diunggah ke sistem Dapodik.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap usulan bantuan benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun ruang kelas baru. Program ini diharapkan menjadi momentum memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh, sehingga sekolah tidak hanya berdiri dengan bangunan yang layak, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan daya saing yang lebih baik.
Piter Kabiro, Sumba Timur.






