JAKARTA, BTN 17/10/2026 — Instruksi pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dalam memberantas peredaran gelap narkotika di tengah masyarakat kembali mendapat sorotan kritis dari publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Langkah penegakan hukum tersebut dinilai harus berjalan seimbang dan konsisten, baik terhadap masyarakat luas maupun ke dalam internal tubuh institusi kepolisian itu sendiri.

​Sorotan tajam tersebut disampaikan oleh pemerhati sosial, Acho Hds, melalui pernyataan terbuka di media sosial yang menarik perhatian publik.

​Dalam keterangannya, Acho Hds mengapresiasi dan mendukung instruksi tegas Kapolri, namun ia menekankan pentingnya keselarasan antara penindakan di lapangan dan penertiban di internal kepolisian.

​Ia mendesak agar seluruh personel Polri menjalani tes urine secara berkala dan transparan guna memastikan bebas dari penyalahgunaan barang haram narkotika.

​Selain masalah narkoba, perhatian utama publik juga tertuju pada penanganan Yang diduga amburadul dinilai kian marak dan meresahkan.

​Guna menjamin integritas personel, Acho Hds mendorong dilakukannya pemeriksaan mendadak terhadap telepon seluler (HP) milik anggota aparat penegak hukum di berbagai tingkatan.

​Pemeriksaan perangkat komunikasi tersebut dipandang penting sebagai langkah preventif agar tidak ada oknum yang terlibat, baik sebagai pelaku maupun pelindung kegiatan ilegal tersebut.

​Menurutnya, pembersihan internal yang nyata dan transparan merupakan syarat mutlak untuk membangun serta menjaga tingkat kepercayaan publik (public trust).

​Langkah ini juga menjadi penegasan atas prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law) tanpa adanya tebang pilih.

​Ia menambahkan bahwa pihak yang ditindak maupun aparat yang bertugas menindak harus memiliki perlakuan yang sama dan adil di mata hukum.

​Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi resmi (check and re-check) kepada pihak Divisi Humas Polri maupun Propam Polri terkait mekanisme pengawasan internal dan pelaksanaan tes berkala bagi personel di lapangan.

​Komitmen pembersihan internal yang berkesinambungan diharapkan dapat memperkuat kredibilitas institusi Polri dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan bermartabat bagi masyarakat luas.

Redaksi