BUALEMO —BTN 14/08/2026- Aparat Penegak Hukum (Polsek Bualemo) bersama Dinas Pertanian dan instansi terkait didesak segera turun tangan melakukan pengawasan ketat serta penertiban distribusi BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite di SPBU Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, yang dijadwalkan masuk esok hari, Sabtu (15/8/2026).
Langkah tegas tersebut dituntut guna memastikan seluruh alokasi BBM bersubsidi dari pemerintah benar-benar tepat sasaran sampai ke tangan petani serta nelayan kecil, sekaligus memutus celah permainan oknum spekulan dan mafia BBM yang memanfaatkan barcode demi kepentingan bisnis pribadi.
Desakan keras ini disuarakan langsung oleh Ketua Umum Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) Hermanius Burunaung, Pimpinan Umum Media Mitrapersonnews.co.id Tamrin Kubo, serta aktivis pegiat kontrol sosial Rahmat Bakari.
Hermanius Burunaung menegaskan bahwa APH dan Dinas Pertanian di wilayah Bualemo tidak boleh pasif dan harus memeriksa secara teliti keabsahan kepemilikan barcode serta kriteria kelayakan masyarakat penerima di lapangan.
”Saya meminta aparat penegak hukum (Polsek Bualemo) dan Dinas Pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Bualemo segera melakukan pengawasan dan penertiban kepada warga masyarakat petani dan nelayan untuk mengecek barcode dalam penyaluran BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite,” tegas Hermanius.
Menurut Hermanius, pembiaran terhadap celah penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi sangat merugikan masyarakat kecil yang bergantung pada bahan bakar murah untuk menjalankan aktivitas mata pencaharian sehari-hari.
Ia menyayangkan jika penyaluran BBM yang dibiayai uang negara tersebut justru dikuasai oleh pihak-pihak nakal dan dijadikan sebagai ladang bisnis haram secara berlarut-larut tanpa ada tindakan hukum yang nyata.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Umum Mitrapersonnews.co.id Tamrin Kubo menambahkan bahwa sistem pengawasan dan penertiban lapangan harus diperketat tanpa kompromi, diiringi sanksi hukum yang berat bagi siapa saja yang terbukti melakukan penyimpangan.
Tamrin menyoroti filosofi utama subsidi pemerintah yang seharusnya sepenuhnya dinikmati oleh rakyat kurang mampu, bukan dirampok oleh oknum mafia BBM untuk memupuk keuntungan sepihak.
Sementara itu, aktivis kontrol sosial Rahmat Bakari yang akrab disapa Rahmat, menilai bahwa kehadiran petugas di SPBU Longkoga Timur esok hari menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya antrean fiktif maupun penyalahgunaan dokumen verifikasi.
Rahmat menekankan bahwa masyarakat petani dan nelayan di Bualemo sudah sangat resah dengan ketidakpastian stok BBM subsidi yang kerap cepat habis sebelum sempat dibeli oleh mereka yang benar-benar berhak.
Kedatangan pasokan Solar besok menjadi momentum pembuktian integritas Polsek Bualemo dan dinas teknis terkait dalam menegakkan aturan, mengawal hak publik, serta membersihkan wilayah Bualemo dari praktik kecurangan distribusi energi.
Redaksi






